KESEHATAN

Walikota Baubau Yusran Fahim Terima UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat, Baubau Ukir Prestasi Nasional di Bidang Layanan Kesehatan

JAKARTA, DT-Komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam memperluas akses layanan kesehatan kembali mendapat pengakuan nasional setelah meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya dari Pemerintah Pusat dalam acara nasional yang digelar di Jakarta. “Walikota Baubau Yusran Fahim Terima UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat, Baubau Ukir Prestasi Nasional di Bidang Layanan Kesehatan,”

Walikota Baubau Yusran Fahim Terima UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat, Baubau Ukir Prestasi Nasional di Bidang Layanan Kesehatan
Walikota Baubau Yusran Fahim Terima UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat, Baubau Ukir Prestasi Nasional di Bidang Layanan Kesehatan

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage (UHC) serta Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menerima langsung penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Kota Baubau di hadapan para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, piagam penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Yusran Fahim menjelaskan bahwa salah satu indikator utama penilaian UHC Award adalah tingkat keaktifan kepesertaan masyarakat dalam program UHC.

Menurutnya, capaian kepesertaan aktif UHC di Kota Baubau saat ini telah melampaui 85 persen dari total jumlah penduduk, sehingga dinilai memenuhi standar nasional untuk kategori Madya.

Capaian tersebut, kata Yusran, merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Baubau, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat dalam membangun sistem layanan kesehatan yang inklusif.

baca juga:

  1. Perkuat Tata Kelola Program JKN BPJS Baubau Bersinergi dengan Kejari dan Pemkot Bangun Sistem Bebas dari Praktik Curang.
  2. Kejari dan Pemkot Baubau Bersinergi Dukung Anti Kecurangan Program JKN

 

Ia menegaskan bahwa penghargaan UHC Award 2026 bukan sekadar prestasi simbolik, tetapi menjadi pengakuan nyata atas keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin pelayanan kesehatan yang mudah diakses, adil, dan merata.

Pemerintah Kota Baubau, lanjut Yusran, akan terus memperkuat program-program kesehatan serta memperluas cakupan perlindungan agar manfaat layanan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Kota Baubau semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung agenda nasional dalam mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage.(*)

Baca Berita Lainnya:

Enam Daerah di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Baubau Raih UHC Award 2026

BAUBAU, DT – Enam Kabupaten/Kota di wilayah kerja Kantor Cabang BPJS Kesehatan Baubau berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 yang diserahkan di Jakarta. “Enam Daerah di Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Baubau Raih UHC Award 2026,”

F01.2A 1

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang berkomitmen menjaga keaktifan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakatnya.

Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Cabang BPJS Kesehatan Baubau Eka Munawir menjelaskan, bahwa UHC Award merupakan penghargaan bagi pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota yang mampu memastikan sebagian besar penduduknya aktif sebagai peserta JKN.

“UHC ini adalah bentuk apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat melalui keaktifan peserta JKN,” tutur Eka saat diwawancara pada awak media di Kantor BPJS Selasa, (27/1/2026).

Eka menambahkan, dari Delapan wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Baubau meliputi Kabupaten Muna, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kota Baubau, Buton Utara, dan Wakatobi terdapat Enam Daerah yang menerima penghargaan, yakni Kabupaten Buton Selatan, Kota Baubau, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Muna Barat, dan Kabupaten Wakatobi.

Eka menjelaskan, UHC Award dibagi ke dalam Tiga kategori. Kategori UHC Utama diberikan kepada Daerah dengan tingkat keaktifan peserta lebih dari 95 persen. Kategori UHC Madya diberikan kepada daerah dengan keaktifan peserta antara 85 hingga 95 persen, sementara Kategori UHC Pratama diberikan kepada Daerah dengan keaktifan peserta di kisaran 80 hingga 85 persen.

“Untuk tahun 2025, Kabupaten Buton Utara masuk kategori UHC Utama karena tingkat keaktifan pesertanya di atas 95 persen. Kemudian Kabupaten Buton Selatan, Kota Baubau, Muna Barat, dan Wakatobi masuk kategori UHC Madya. Sedangkan Kabupaten Buton Tengah berada pada kategori Pratama,” jelasnya.

Sementara itu, Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton belum berhasil meraih UHC Award karena tingkat keaktifan peserta JKN belum mencapai ambang batas minimal 85 persen.

Eka mengungkapkan bahwa terdapat berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjaga status UHC, mulai dari kebijakan daerah hingga keterbatasan anggaran pascapandemi. Penurunan status UHC berdampak langsung pada keaktifan peserta, terutama terkait waktu aktivasi kepesertaan.

baca juga:

  1. Perkuat Tata Kelola Program JKN BPJS Baubau Bersinergi dengan Kejari dan Pemkot Bangun Sistem Bebas dari Praktik Curang.
  2. Menkes RI Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung RSUD Butur

 

“Untuk daerah berstatus UHC prioritas, peserta yang didaftarkan hari ini bisa langsung aktif dan dilayani pada hari yang sama. Sementara untuk daerah non-UHC, kepesertaan baru aktif pada tanggal 1 bulan berikutnya,” terangnya.

Meski demikian, Eka menegaskan bahwa seluruh pemerintah daerah pada prinsipnya memiliki komitmen yang sama dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. BPJS Kesehatan berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat agar seluruh Daerah kembali mencapai status UHC.

“Inti dari UHC adalah menjaga kepuasan peserta serta memberikan rasa aman dan kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(*)

 

Visited 12 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *