Ukir Prestasi Nasional, Atlet Tinju Putri Baubau Raih Medali Perunggu di Popnas 2025
BAUBAU, DT – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh atlet Kota Baubau di ajang olahraga tingkat nasional. Kali ini, kabar gembira datang dari gelanggang tinju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 yang digelar di Jakarta pada tanggal 2 sampai 10 November 2025. “Ukir Prestasi Nasional, Atlet Tinju Putri Baubau Raih Medali Perunggu di Popnas 2025,”

Petinju putri asal Baubau, Jumianti Rumbia, sukses menyumbangkan satu medali perunggu setelah melalui pertarungan sengit melawan sejumlah atlet tangguh dari berbagai daerah.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga di Kota Baubau terus menunjukkan hasil positif dan tidak hanya berfokus pada satu cabang, melainkan mencakup berbagai disiplin, termasuk olahraga kontak fisik yang menuntut mental tangguh dan daya juang tinggi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Baubau, Dr. Moh. Tasdik, yang mendampingi sejumlah atlet di Jakarta, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jumianti atas capaian tersebut.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet putri Kota Baubau mampu bersaing di tingkat nasional dan memiliki mental juara yang kuat. Semua keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah melalui Dispora, dalam hal ini Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Pj. Sekda Kota Baubau,” ungkapnya saat diwawancara pada awak media via telepon, Selasa (11/11/2025).
Selain cabang tinju, kontingen Kota Baubau juga mencatat hasil gemilang di berbagai kejuaraan nasional lainnya. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah, atlet Baubau berhasil membawa pulang dua medali perunggu dari cabang Sambo melalui Muh. Jodi Tendena (kelas Kombet 71 kg) dan Muhammad Harun Yahya (kelas Sport Bantingan 53 kg).
Kabar menggembirakan juga datang dari cabang Taqball, di mana dua atlet asal Baubau, Husni Uba dan La Ode Mardan, saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan nasional di Sukabumi untuk persiapan SEA Games 2025 di Bangkok, Thailand. Keduanya sebelumnya telah meraih dua medali perak di kejuaraan nasional dan bahkan tampil di World Super Series di Beijing bersama pelatih asal Hungaria.
Sementara itu, perjuangan kontingen asal Baubau masih berlanjut di Kejuaraan Nasional Catur Ke-50 di Mamuju, Sulawesi Barat, yang berlangsung sejak 7 hingga 13 November 2025. Masyarakat Baubau pun memberikan dukungan penuh, berharap para atlet dapat menambah koleksi medali bagi daerah.
Dr. Moh. Tasdik menegaskan bahwa pembinaan atlet sejak dini dan peningkatan fasilitas olahraga akan terus menjadi prioritas pemerintah untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi.
baca juga:
- Dinkes Baubau Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Triple Eliminasi
- Abdul Karim: Pemkot Baubau Bakal Bangun Tugu Kanturu Wolio di Kecamatan Kokalukuna
“Walaupun tahun depan Dispora akan dirampingkan, semangat kami dan seluruh staf tetap berkobar demi kejayaan olahraga Kota Baubau,” ujarnya. (*)
Baca Berita Lainnya:
Menata Masa Depan dari Kampung: Baubau Perkuat 43 Kampung KB Menuju Keluarga Tangguh
BAUBAU, DT – Di setiap Kelurahan di Kota Baubau kini telah berdiri satu lembaga kecil yang berperan besar: Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Tempat di mana pemerintah dan masyarakat bersama-sama membangun keluarga yang sehat, berdaya, dan berketahanan. “Menata Masa Depan dari Kampung: Baubau Perkuat 43 Kampung KB Menuju Keluarga Tangguh,”

Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau. Melalui kegiatan Penguatan Kampung KB, seluruh kelompok kerja Kampung KB dari 43 kelurahan dikumpulkan untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya operasional kami untuk memastikan seluruh Kampung KB berjalan efektif. Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Baubau kini sudah memiliki Kampung KB,” kata Marianto Nur Samsul, SKM, MKes, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan Dinas PPKB Kota Baubau.
Menurut Marianto, Kampung KB bukan hanya tentang program Keluarga Berencana dalam arti sempit. Ia adalah wadah besar yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat: agama, sosial, pendidikan, budaya, lingkungan, hingga ketahanan keluarga.
“Dulu orang menganggap Kampung KB hanya milik Dinas KB. Padahal, di dalamnya ada delapan fungsi keluarga yang menyangkut semua dinas dan lembaga. Karena itu, semua pihak harus dilibatkan Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PKK, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.

Selama tahun 2025, tim Dinas PPKB telah berkeliling ke seluruh 43 Kampung KB. Mereka memberikan pembinaan langsung agar para pengelola paham tugas dan fungsi masing-masing. Dari kegiatan dasar ini, Baubau menata jalan untuk mencapai empat tahap perkembangan Kampung KB: Dasar, Berkembang, Mandiri, dan Paripurna.
Capaian membanggakan datang dari Kampung KB Rakologo, yang meraih Juara 1 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dan sempat mewakili provinsi di lomba Kampung KB tingkat nasional.
“Kami memang belum menang di tingkat nasional, karena bersaing dengan Makassar dan Manado. Tapi yang penting, semangatnya sudah luar biasa,” ujar Marianto bangga.
baca juga:
- Ketua Dekranasda Baubau Hj. Sitti Aryati Yusran Paparkan Program Unggulan Pada Rakerda di Kendari
- Yuk Catat Waktu dan Lokasi Disperindag Baubau Gelar Pasar Murah Selama Ramadan 1446H/2025 M
Meski sebagian Kampung KB di Baubau masih berada pada tahap dasar, Marianto menegaskan seluruh indikator program sudah berjalan dengan baik. Ia optimistis, dengan kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Kampung KB di Baubau akan semakin maju.
“Kampung KB adalah cara kita menyiapkan keluarga agar mampu menghadapi perubahan zaman. Keluarga yang berkualitas adalah pondasi kota yang kuat,” tuturnya menutup wawancara.(*)
baca Berita lainnya:
Dinkes Baubau Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Triple Eliminasi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau memastikan setiap ibu hamil di Kota Baubau mendapatkan akses layanan triple eliminasi (hiv, sifilis dan hepatitis) yang berkualitas, termasuk pengobatan yang komprehensif. “Dinkes Baubau Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Triple Eliminasi,”

Demikian dikatakan Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau dr. Freederik Tangke Allo, Sp.B pada pertemuan koordinasi Advokasi Program Triple Eliminasi Di Kota Baubau Tahun 2025. Zenith, Kamis (6/11/2025).
Menurut dr Freedrik Tangke Allo, pentingnya pencegahan penularan hiv, sifilis dan hepatitis b dari ibu ke anak dengan mencegah bayi tertular sejak kehamilan, persalinan dan masa menyusui. Pencegahan ini melibatkan serangkaian intervensi yang meliputi skrining dan diagnosis dini, pemberian profilaksis dan pengobatan, baik kepada ibu yang terinfeksi dan bayinya, konseling dan edukasi serta dukungan psikososial. program ini membutuhkan kerjasama yang erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat.

Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau ini berharap melalui pertemuan dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang efektif, mengidentifikasi hambatan di lapangan, dan menemukan solusi kreatif untuk mengatasinya. integrasi pelayanan di fasilitas kesehatan primer dan peran serta aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sekalipun ibu terinfeksi hiv, sifilis, dan hepatitis b sedapat mungkin tidak menular ke anaknya.
”Mari “kerja bersama”, bahu-membahu, untuk memastikan generasi penerus kita lahir dan tumbuh sehat, bebas dari penyakit. ini adalah investasi terbaik untuk mewujudkan “indonesia emas 2045” dan mencapai target eliminasi global.
baca juga:
- Dekranasda Baubau Bahas Program Strategis
- Yusran Fahim Jelaskan Tak Sahkan RPJMD? Pemda Bisa Kena Sanksi 3 Bulan Tanpa Gaji!
Hadir dalam kegiatan kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama seluruh tim, kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes kota baubau bersama seluruh jajaran, kepala bidang kesehatan masyarakat Dinkes Kota baubau bersama seluruh jajaran, para pengelola program hiv, hepatitis dan pengelola program kia kesga UPTD Puskesmas se-Kota Baubau. (*)


