Menata Masa Depan dari Kampung: Baubau Perkuat 43 Kampung KB Menuju Keluarga Tangguh
BAUBAU, DT – Di setiap Kelurahan di Kota Baubau kini telah berdiri satu lembaga kecil yang berperan besar: Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Tempat di mana pemerintah dan masyarakat bersama-sama membangun keluarga yang sehat, berdaya, dan berketahanan. “Menata Masa Depan dari Kampung: Baubau Perkuat 43 Kampung KB Menuju Keluarga Tangguh,”

Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Baubau. Melalui kegiatan Penguatan Kampung KB, seluruh kelompok kerja Kampung KB dari 43 kelurahan dikumpulkan untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan langkah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya operasional kami untuk memastikan seluruh Kampung KB berjalan efektif. Alhamdulillah, seluruh kelurahan di Baubau kini sudah memiliki Kampung KB,” kata Marianto Nur Samsul, SKM, MKes, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, dan Penggerakan Dinas PPKB Kota Baubau.
Menurut Marianto, Kampung KB bukan hanya tentang program Keluarga Berencana dalam arti sempit. Ia adalah wadah besar yang menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat: agama, sosial, pendidikan, budaya, lingkungan, hingga ketahanan keluarga.
“Dulu orang menganggap Kampung KB hanya milik Dinas KB. Padahal, di dalamnya ada delapan fungsi keluarga yang menyangkut semua dinas dan lembaga. Karena itu, semua pihak harus dilibatkan Camat, Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, PKK, hingga tokoh masyarakat,” jelasnya.

Selama tahun 2025, tim Dinas PPKB telah berkeliling ke seluruh 43 Kampung KB. Mereka memberikan pembinaan langsung agar para pengelola paham tugas dan fungsi masing-masing. Dari kegiatan dasar ini, Baubau menata jalan untuk mencapai empat tahap perkembangan Kampung KB: Dasar, Berkembang, Mandiri, dan Paripurna.
Capaian membanggakan datang dari Kampung KB Rakologo, yang meraih Juara 1 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara dan sempat mewakili provinsi di lomba Kampung KB tingkat nasional.
“Kami memang belum menang di tingkat nasional, karena bersaing dengan Makassar dan Manado. Tapi yang penting, semangatnya sudah luar biasa,” ujar Marianto bangga.
baca juga:
- Ketua Dekranasda Baubau Hj. Sitti Aryati Yusran Paparkan Program Unggulan Pada Rakerda di Kendari
- Yuk Catat Waktu dan Lokasi Disperindag Baubau Gelar Pasar Murah Selama Ramadan 1446H/2025 M
Meski sebagian Kampung KB di Baubau masih berada pada tahap dasar, Marianto menegaskan seluruh indikator program sudah berjalan dengan baik. Ia optimistis, dengan kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Kampung KB di Baubau akan semakin maju.
“Kampung KB adalah cara kita menyiapkan keluarga agar mampu menghadapi perubahan zaman. Keluarga yang berkualitas adalah pondasi kota yang kuat,” tuturnya menutup wawancara.(*)
baca Berita lainnya:
Dinkes Baubau Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Triple Eliminasi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau memastikan setiap ibu hamil di Kota Baubau mendapatkan akses layanan triple eliminasi (hiv, sifilis dan hepatitis) yang berkualitas, termasuk pengobatan yang komprehensif. “Dinkes Baubau Pastikan Ibu Hamil Dapat Akses Layanan Triple Eliminasi,”

Demikian dikatakan Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau dr. Freederik Tangke Allo, Sp.B pada pertemuan koordinasi Advokasi Program Triple Eliminasi Di Kota Baubau Tahun 2025. Zenith, Kamis (6/11/2025).
Menurut dr Freedrik Tangke Allo, pentingnya pencegahan penularan hiv, sifilis dan hepatitis b dari ibu ke anak dengan mencegah bayi tertular sejak kehamilan, persalinan dan masa menyusui. Pencegahan ini melibatkan serangkaian intervensi yang meliputi skrining dan diagnosis dini, pemberian profilaksis dan pengobatan, baik kepada ibu yang terinfeksi dan bayinya, konseling dan edukasi serta dukungan psikososial. program ini membutuhkan kerjasama yang erat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga kesehatan, tenaga kesehatan dan masyarakat.

Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau ini berharap melalui pertemuan dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang efektif, mengidentifikasi hambatan di lapangan, dan menemukan solusi kreatif untuk mengatasinya. integrasi pelayanan di fasilitas kesehatan primer dan peran serta aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sekalipun ibu terinfeksi hiv, sifilis, dan hepatitis b sedapat mungkin tidak menular ke anaknya.
”Mari “kerja bersama”, bahu-membahu, untuk memastikan generasi penerus kita lahir dan tumbuh sehat, bebas dari penyakit. ini adalah investasi terbaik untuk mewujudkan “indonesia emas 2045” dan mencapai target eliminasi global.
baca juga:
- Dekranasda Baubau Bahas Program Strategis
- Yusran Fahim Jelaskan Tak Sahkan RPJMD? Pemda Bisa Kena Sanksi 3 Bulan Tanpa Gaji!
Hadir dalam kegiatan kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit dinas kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bersama seluruh tim, kepala bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes kota baubau bersama seluruh jajaran, kepala bidang kesehatan masyarakat Dinkes Kota baubau bersama seluruh jajaran, para pengelola program hiv, hepatitis dan pengelola program kia kesga UPTD Puskesmas se-Kota Baubau. (*)

