Kado Terindah di Hari Sumpah Pemuda, Lakologou Raih Penghargaan Juara Kampung KB Tingkat Sultra
BAUBAU, DT-Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama pada lomba kampung KB tingkat Sultra. Penetapan tersebut berdasarkan surat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara. Surat yang bernomor: 658/PD.5/J26/2025, tanggal 22 Mei 2025, perihal Pemenang Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025. “Kado Terindah di Hari Sumpah Pemuda, Lakologou Raih Penghargaan Juara Kampung KB Tingkat Sultra,”

Dan Drs Asmar, M.Si Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara langsung menyerahkan penghargaan penetapan Kelurahan Lakologou kepada Lurah Lakologou La Ode Muhammad Nasir, SE pada moment orientasi pengelolaan kampung KB tingkat Provinsi Sultra di hotel Horison Kendari Selasa (28/10/2025) yang kebetulan bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke—97 tahun 2025.
Dalam siaran persnya Selasa (28/10/2025), Kadis PPKB Kota Baubau Fanti Frida Yanti mengungkapkan, sebelum ditetapkan sebagai juara pertama Kampung KB tingkat Sultra tahun 2025, Kelurahan Lakologou telah melewati proses yang cukup panjang yang diawali dengan Seleksi Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara pada 28 April hingga 16 Mei 2025. Dimana seluruh Kampung Keluarga Berkualitas se-Sulawesi Tenggara melewati 2 (dua) tahapan seleksi, yaitu Pertama, Desk review. Seleksi ini merupakan penilaian terhadap profil dan dampak Kampung Keluarga Berkualitas, menggunakan website Kampung Keluarga Berkualitas dan sumber lainnya mengacu pada instrumen penilaian.

Dan Kedua adalah tahap Wawancara, berupa wawancara dilakukan secara mendalam kepada Kepala Desa/Lurah, Penyuluh KB, Pokja Kampung Keluarga Berkualitas, dan kader penggerak lainnya untuk menggali komitmen Kepala Desa/Lurah, mekanisme penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas serta dampak Kampung Keluarga Berkualitas terhadap masyarakat. Kota Baubau sendiri mendapatkan giliran wawancara pada 15 Mei 2025, yang dilakukan secara daring. Lurah Lakologou, Muhammad Nasir, SE; Ketua Pokja Kampung KB Lakologou, Safrin, S.Pi, beserta tim; serta Penyuluh KB Lakologou, Gusnayati, S.I.Kom; yang juga didamping oleh tim Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Baubau, mengikuti wawancara di Kantor Kelurahan Lakologou.

”Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Dewan Juri Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025, Kampung Keluarga Berkualitas Kelurahan Lakologou Kota Baubau, ditetapkan sebagai juara pertama lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2025. Disusul kemudian oleh Kampung Keluarga Berkualitas Andounohu Kota Kendari dan Kempung Keluarga Berkualitas Desa Mulia Jaya Kabupaten Kolaka Timur, yang menduduki di tempat kedua dan ketiga,”ungkapnya.
baca juga:
- Melalui Festival Komunitas, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ingin Perkenalkan Wajah Baubau ke Dunia
- DP3A Gelar Gabungan Organisasi Wanita se-Kota Baubau Agar Bisa Bekerja Sama Bangun Baubau
Ditambahkan, Kampung Keluarga Berkualitas adalah satuan wilayah setingkat desa dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat. Saat ini di Kota Baubau terdapat sebanyak 43 Kampung Keluarga Berkualitas yang tersebar di seluruh Kelurahan. (*)
Baca Berita Lainnya:
Dinkes Baubau Perketat Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis
BAUBAU, DT-Petugas Relawan SPPG Ikut Pelatihan Penjamah Pangan Petugas relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berasal dari Kecamatan Murhum Tanganapada 02 dan Kecamatan Wolio 03 Kota Baubau mengikuti pelatihan penjamah pangan yang dilaksanakan di hotel mira pada Sabtu (25/10/2025). “Dinkes Baubau Perketat Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis,”

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kepala Bidang P2P Yuslina, SKM.,M.Si dalam keterangan persnya mengatakan, pelatihan penjamah pangan untuk petugas relawan dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sehari-hari menyiapkan MBG.Pihaknya terus berupaya untuk menjamin standar keamanan pangan di seluruh unit SPPG dengan peningkatan kapasitas penjamah makanan.
Menurutnya, sebagai pejabat fungsional TSL baik itu Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi Keamanan Pangan, kesehatan lingkungan telah disampaikan dalam pelatihan tersebut mengenai kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan sertap pemeliharaan lingkungan kerja, dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.
Kemudian, yang paling utama tentu pentingnya pembersihan dan sanitasi peralatan serta higiene perorangan hingga tahapan proses produksi pangan siap saji yang dilanjutkan adanya pendataan jumlah penjamah pangan yang sudah terlatih dalam organisasi asosiasi keamanan pangan dan ini tentu bersertifikasi sehingga dalam penyediaan MBG selalu berkualitas.
Diungkapkan, program MBG yang berkualitas merujuk pada implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar terjamin mutu dan dampaknya. Karena itu, untuk memastikan kualitas, pemerintah melalui berbagai badan dan instansi melakukan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan (seperti uji cepat residu pestisida) dan kehigienisan dapur/SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), mulai dari produksi, penyimpanan (menggunakan prinsip FIFO/FEFO), hingga distribusi.
Selain itu, kualitas juga mencakup keseimbangan nutrisi (karbohidrat, protein, serat, mineral) dan diversifikasi pangan (memanfaatkan UMKM dan pangan lokal).
Sementara itu, dalam kegiatan pelatihan tersebut, materi dibagi 2, sesi pertama diisi oleh Kabid P2P Yuslina dan dilanjutkan sesi ke 2 Loleh ukman, SKM. Sedangkan peserta yang hadir 100 orang relawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berasal dari Kecamatan Murhum Tanganapada 02 dan Kecamatan Wolio 03 .
Diharuskan Memiliki SLHS, Dinkes Perketat Keamanan Pangan Pada Program MBG
BAUBAU, DT-Selain gaktor gizi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan pangan olahan siap saji merupakan factor yang sangat penting untuk diperhatikan. Makanan yang disiapkan harus aman untuk dikonsumsi, sehingga harus dilakukan upaya pengamanan dan pencegahan agar tidak terjadi kontaminasi disepanjang rantai pengelolaan pangan tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid P2P Yuslina,S.KM.,M.Si dalam keterangan persnya Jumat (24/10/2025) mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau akan terus berupaya dalam dukungan pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji dalam rangka pencegahan dan peningkatan kewaspadaan dini KLB keracunan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau.
Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, setiap produsen/penyedia/penyelenggara Pangan Olahan Siap Saji atau yang disebut Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) diharuskan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau label dan untuk memperoleh SLHS.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat mengajukan permohonan secara manual kepada Dinkes dengan melampirkan dokumen persyaratan surat permohonan, dokumen penetapan SPPG dari Badan Gizi Nasional, denah/lay out dapur, Penjamah pangan sudah bersertifikat kursus keamanan pangan siap saji.
”Dalam rangka penerbitan SLHS, Dinkes Kota Baubau melakukan Verifikasi dokumen persyaratan dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat, Hasil pemeriksaan sampel pangan (Air dan Makanan) yang memenuhi syarat,”ujarnya.
Ditambahkan, Dinkes Kota Baubau bersama UPTD Pukesmas saat ini telah melakukan pengambilan sampel pangan (air dan makanan) sesuai prosedur yakni pada hari Kamis, 23 Oktober 2025, Pukul 04.30 – 06.30 Wita pada 6 (enam) sarana dapur Program MBG yang beroperasional diantaranya SPPG Murhum 1, SPPG Murhum 2, SPPG Betoambari Lipu, SPPG Wolio 1 Wangkanapi SPPG Wolio 2 Batulo, SPPG Lea-Lea. dari 13 SPPG di Kota Baubau yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kemudian, pengantaran sampel via kapal cepat pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 Pukul 07.30 WITA dan diterima oleh Tim Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sultra Pukul 13.45 Wita – selesai dengan Tim Pengantar Sampel ke Balai Laboratorium Kesehatan Prov. Sultra Wa Ode Arfiana, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Dede Kurniawan, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes) dan Untuk hasil pengujian akan disampaikan kemudian dalam kurung waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kemudian.
Sementara itu, tim Pengambil Sampel antara lain Yuslina, SKM.,M.Si (Kabid. P2P Dinkes Kota Baubau), dr.Lukman, SKM.,M.PH (Sub Koordinator Program Kesling Dinkes), Asma Buton, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Wa Ode Arfiana, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Yan Abidin, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Wajo).
baca juga:
- Workshop Perfilman, Langkah Awal Bangun Film Lokal di Baubau
- Yusran Fahim Jelaskan Tak Sahkan RPJMD? Pemda Bisa Kena Sanksi 3 Bulan Tanpa Gaji!
Khairul Fitria, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Katobengke), Yesti Andriani Mauzu, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Wolio), Marwati, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Lowu-Lowu), Dermawan Andi.(*)


