LIPSUS

Pemkot Mulai Susun Masterrplan Pengembangan Kawasan Konektivitas Digital Sulaa

BAUBAU, DT-Plt Asisten II kota baubau Moh. Abduh, STP, M. Si saat membuka seminar pendahuluan penyusunan masterplan pengembangan kawasan konektivitas digital di aula kantor Dinas PUPR Kota Baubau Rabu (22/10/2025) mengatakan, Kota Baubau dari dulu merupakan pusat konektivitas antar wilayah, bahkan sejak zaman Kesultanan Buton, Baubau merupakan inlet dan outlet masuknya barang dan jasa di wilayah Sulawesi Tenggara sejak zaman dahulu. “Pemkot Mulai Susun Masterrplan Pengembangan Kawasan Konektivitas Digital Sulaa,”

Pemkot Mulai Susun Masterrplan Pengembangan Kawasan Konektivitas Digital Sulaa
Pemkot Mulai Susun Masterrplan Pengembangan Kawasan Konektivitas Digital Sulaa

Namun, sekarang zaman terus berkembang, sehingga konektivitas itu bukan hanya melalui darat dan laut saja, tetapi sekarang konektivitas bisa melalui digitalisasi . Maka dari konektivitas inilah Baubau akan memiliki peran menjadi salah satu pusat koneknektivitas digital disalah satu wilayah di Indonesia.
”Maka dari itu tentunya kita menetapkan strategic kira-kira dalam rangka penguatan kita sebagai konektivitas digital, karna ini merupakan hal yang sangat penting dan butuh perhatian. Maka dalam materi masterplan ini ada output yang sangat lengkap, dimana dalam rangkuman masterplan ini ada bangunan pusat server l, bangunan vendor tambahan, balai teknologi sampai gerbang villlage. Dan ini merupakan bagian atau rencana kita kedepannya untuk menjadi promo sebagai pintu konektivitas digital untuk wilayah baubau dan sekitarnya,”katanya.

4 18
Moh Abduh berharap peran-peran dimasa alu itu tidak berkurang, bahkan dengan adanya konektivitas digital ini, membuatkan konektor utama di Sulawesi Tenggara. Dan ini harus dikembangkan kedepannya, bahwa kedepannya itu sudah memasuki era digital yang akan lebih maju dan berkembang. Sehingga harus mempersiapkan diri dengan kemajuan teknologi konektivitas digital masa depan yang akan datang.
Apa yang dilakukan Pemkot Baubau saat ini ungkap Moh Abduh merupakan salah satu saran atau langkah untuk menjadikan Kota Baubau sebagai pusat konektivitas digital. ”Semoga seminar masterplan inj dapat memberikan kita penguatan untuk membuka kawasan kita menjadi pusat konektivitas digital,”imbuhnya.(*)

baca juga:

  1. Kado Terindah di Hari Sumpah Pemuda, Lakologou Raih Penghargaan Juara Kampung KB Tingkat Sultra
  2. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Yonif 823/Raja Wakaka, Siapkan Markas Baru di Sorawolio

Galeri Foto

Baca Berita Lainnya:

Dinkes Baubau Perketat Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis

BAUBAU, DT-Petugas Relawan SPPG Ikut Pelatihan Penjamah Pangan Petugas relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berasal dari Kecamatan Murhum Tanganapada 02 dan Kecamatan Wolio 03 Kota Baubau mengikuti pelatihan penjamah pangan yang dilaksanakan di hotel mira pada Sabtu (25/10/2025). “Dinkes Baubau Perketat Keamanan Pangan Pada Program Makan Bergizi Gratis,”

2 9
Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kepala Bidang P2P Yuslina, SKM.,M.Si dalam keterangan persnya mengatakan, pelatihan penjamah pangan untuk petugas relawan dimaksudkan untuk memberikan bekal kepada para relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sehari-hari menyiapkan MBG.Pihaknya terus berupaya untuk menjamin standar keamanan pangan di seluruh unit SPPG dengan peningkatan kapasitas penjamah makanan.
Menurutnya, sebagai pejabat fungsional TSL baik itu Dinas Kesehatan, Organisasi Profesi Keamanan Pangan, kesehatan lingkungan telah disampaikan dalam pelatihan tersebut mengenai kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan sertap pemeliharaan lingkungan kerja, dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit.

Kemudian, yang paling utama tentu pentingnya pembersihan dan sanitasi peralatan serta higiene perorangan hingga tahapan proses produksi pangan siap saji yang dilanjutkan adanya pendataan jumlah penjamah pangan yang sudah terlatih dalam organisasi asosiasi keamanan pangan dan ini tentu bersertifikasi sehingga dalam penyediaan MBG selalu berkualitas.
Diungkapkan, program MBG yang berkualitas merujuk pada implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar terjamin mutu dan dampaknya. Karena itu, untuk memastikan kualitas, pemerintah melalui berbagai badan dan instansi melakukan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan (seperti uji cepat residu pestisida) dan kehigienisan dapur/SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), mulai dari produksi, penyimpanan (menggunakan prinsip FIFO/FEFO), hingga distribusi.

Selain itu, kualitas juga mencakup keseimbangan nutrisi (karbohidrat, protein, serat, mineral) dan diversifikasi pangan (memanfaatkan UMKM dan pangan lokal).
Sementara itu, dalam kegiatan pelatihan tersebut, materi dibagi 2, sesi pertama diisi oleh Kabid P2P Yuslina dan dilanjutkan sesi ke 2 Loleh ukman, SKM. Sedangkan peserta yang hadir 100 orang relawan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang berasal dari Kecamatan Murhum Tanganapada 02 dan Kecamatan Wolio 03 .

Diharuskan Memiliki SLHS, Dinkes Perketat Keamanan Pangan Pada Program MBG

BAUBAU, DT-Selain gaktor gizi pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG), keamanan pangan olahan siap saji merupakan factor yang sangat penting untuk diperhatikan. Makanan yang disiapkan harus aman untuk dikonsumsi, sehingga harus dilakukan upaya pengamanan dan pencegahan agar tidak terjadi kontaminasi disepanjang rantai pengelolaan pangan tersebut.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid P2P Yuslina,S.KM.,M.Si dalam keterangan persnya Jumat (24/10/2025) mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau akan terus berupaya dalam dukungan pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji dalam rangka pencegahan dan peningkatan kewaspadaan dini KLB keracunan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau.

3 9

 

Sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, setiap produsen/penyedia/penyelenggara Pangan Olahan Siap Saji atau yang disebut Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) diharuskan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau label dan untuk memperoleh SLHS.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat mengajukan permohonan secara manual kepada Dinkes dengan melampirkan dokumen persyaratan surat permohonan, dokumen penetapan SPPG dari Badan Gizi Nasional, denah/lay out dapur, Penjamah pangan sudah bersertifikat kursus keamanan pangan siap saji.
”Dalam rangka penerbitan SLHS, Dinkes Kota Baubau melakukan Verifikasi dokumen persyaratan dan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) yang memenuhi syarat, Hasil pemeriksaan sampel pangan (Air dan Makanan) yang memenuhi syarat,”ujarnya.

Ditambahkan, Dinkes Kota Baubau bersama UPTD Pukesmas saat ini telah melakukan pengambilan sampel pangan (air dan makanan) sesuai prosedur yakni pada hari Kamis, 23 Oktober 2025, Pukul 04.30 – 06.30 Wita pada 6 (enam) sarana dapur Program MBG yang beroperasional diantaranya SPPG Murhum 1, SPPG Murhum 2, SPPG Betoambari Lipu, SPPG Wolio 1 Wangkanapi SPPG Wolio 2 Batulo, SPPG Lea-Lea. dari 13 SPPG di Kota Baubau yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kemudian, pengantaran sampel via kapal cepat pada hari Kamis, 23 Oktober 2025 Pukul 07.30 WITA dan diterima oleh Tim Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Sultra Pukul 13.45 Wita – selesai dengan Tim Pengantar Sampel ke Balai Laboratorium Kesehatan Prov. Sultra Wa Ode Arfiana, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Dede Kurniawan, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes) dan Untuk hasil pengujian akan disampaikan kemudian dalam kurung waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kemudian.
Sementara itu, tim Pengambil Sampel antara lain Yuslina, SKM.,M.Si (Kabid. P2P Dinkes Kota Baubau), dr.Lukman, SKM.,M.PH (Sub Koordinator Program Kesling Dinkes), Asma Buton, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Wa Ode Arfiana, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling Dinkes), Yan Abidin, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Wajo).

baca juga:

Workshop Perfilman, Langkah Awal Bangun Film Lokal di Baubau
Yusran Fahim Jelaskan Tak Sahkan RPJMD? Pemda Bisa Kena Sanksi 3 Bulan Tanpa Gaji!

Khairul Fitria, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Katobengke), Yesti Andriani Mauzu, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Wolio), Marwati, SKM (Sanitarian/Pengelola Program Kesling UPTD Puskesmas Lowu-Lowu), Dermawan Andi.(*)

Visited 6 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *