Tutup Lomba Festival Kabanti, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Ingin Disosialisasikan dan Diperbesar
BAUBAU, DT-Festival lomba Kabanti antar kepala sekolah SD dan SMP Tahun 2025 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau akhirnya secara resmi ditutup oleh Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc pada Kamis (9/10/2025). “Tutup Lomba Festival Kabanti, Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Ingin Disosialisasikan dan Diperbesar,”

Dalam sambutannya, Wawali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu merasa sangat senang karena ternyata lomba Festival Kabanti sudah 4 tahun berlangsung. Pihaknya berharap kedepannya lomba Festival Kabanti lebih disosialisasikan dan kalau perlu dibawa ke Kawasan kotamara sebab disana ada panggung yang juga dibuat terbuka sehingga masyarakat bisa mengakses secara luas. Apalagi, memang sudah ada pengajaran bahasa wolio.
Menurutnya, bila kembali ke visi misi Kota Baubau 2025-2030 dimana Baubau sebagai kota budaya yang ramah,cerdas, sejahtera dan bermartabat. Kata bermartabat itu sangat penting bagi dan tentu sangat sepakat semua menginginkan pembangunan di Kota Baubau ini tidak sekedar maju berkembang canggih dan sebagainya.Namun Kota Baubau khususnya sebagai pusat Kesultanan Buton terus dalam pembangunan dari masa ke masa dapat terus mewarnai dengan kekayaan budaya baik benda yang bisa dilihat seperti benteng dan segala peninggalannya. Tetapi juga sangat penting hal-hal yang non benda apakah itu bahasa, manuskrip Kabanti.
“Banyak hal yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita karena bagian kita melestarikan termasuk manuskrip Kabanti. Ini bukan sekedar mewariskan menjaga warisan leluhur kita yang lebih penting dan sama pentingnya ,selain kita menjaga warisan leluhur ini adalah alat kita dalam membangun sumber daya manusia khususnya Kota Baubau juga termasuk Buton dan itu sumber daya manusia se-Indonesia untuk kedepannya,”ungkapnya.

Wawali Kota Baubau berharap Festival Kabanti ini bisa jadi lebih besar, misalnya se Kepton sebab seperti di Wakatobi juga punya Kabanti dengan gambus. “Silahkan dengan ciri masing-masing dengan bahasa wolio mau pakai dialeg wolio karena ditempat lain mereka juga berbahasa wolio dengan dialeg-dialegnya tidak apa-apa.Itu persatuan Kepton bersatu termaksud bahasa cia-cia di Pasarwajo juga ada dimana-mana. Kita buka diri karena ini perjuangan kita Kepton menjadi ibukota itu bukan karena kita saja karena mereka sudah lama tumbuh berkembang dengan ciri khas masing-masing yakni di Buteng berkembang dengan ciri khas Buteng, di Wakatobi di Buton, Busel, Butur dan dimanapun juga dengan ciri khas masing-masing,”imbuhnya.
Sementara itu, sebagai pemenang dalam Festival Kabanti antar Kepala Sekolah untuk Kategori Putra yaitu, Juara 1 Naimu Eba, S.Pd,.SE SD 4 Baubau point 318. Juara 2 La Jabi, S.Pd., SDN 3 Katobengke point 316.Juara 3 Rusli,S.Pd SDN 2 Lamangga point 314. Juara 4 Rusdin, S.Sos SDN 1 Baadia Point 313.Juara 5 Syalihin, S.Ag SDN Wangkanapi Point 310.Juara 6 Miymu Saleh, S.Pd., M.Si SDN 1 Liabuku point 309.
baca juga:
Otoritas Pelabuhan Murhum dan Pemkot Baubau Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi Penanggulangan Kedarutan di Pintu Masuk Pelabuhan
APBD Perubahan Pemkot Baubau TA 2025 Ditetapkan, Kontribusi PAD Capai 15,80 Persen
Sedangkan untuk Festival Kabanti antar Kepala Sekolah Dasar Kategori Putri yaitu Juara 1 Wa Ode Sitti Arabia, S.Pd,. M.Si SDN 3 Baubau point 325.Juara 2 Musriani La Wusu, S.Pd., M.Pd SDN 2 Liabuku point 323.Juara 3 Hasma Nasa, S.Pd., SD SDN 6 Baubau point 322.Juara 4 Arsiah Abidin SDN Tomba Point 322 Juara 5 Minarni, S.Pd., SD SDN1 Wajo point 321.Juara 6 Nursidah, S.Pd., M.Pd SDN 2 Baadia Point 320. (*)
Galeri Foto:
Baca Berita Lainnya:
Jelang Haroana Baubau dan Pasca Maulid, Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah Untuk Kendalikan Inflasi
BAUBAU, BP-Menjelang pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Baubau yang ke-24 dan hari jadi Kota ke-484 atau yang lebih dikenal dengan Haroana Baubau 2025, Pemkot Baubau menggelar gerakan pangan murah di lapangan lembah hijau Kamis (02/10/2025). “Jelang Haroana Baubau dan Pasca Maulid, Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah Untuk Kendalikan Inflasi,”

Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ir Asva Rinny M.Si dalam keterangan persnya di Kantor Dinas Pertaninan dan Ketahanan Pangan berharap pelaksanaan gerakan pangan murah menjelang Haroana dapat dinikmati oleh keluarga keluarga yang membutuhkan.
Karena harganya adalah harga yang memang dibawah HET seperti harga beras SPHP per kemasan Rp 5 Kg dengan harga sebesar Rp 58.000. Sedangkan harga yang dijual di pasar untuk beras beras SPHP di harga Rp 60.000-Rp 62.000.
”Kalau kami tadi Pemkot Baubau berupaya untuk menstabilkan harga terutama kebutuhan pokok dengan GPM (gerakan pangan murah) seperti gula pasir tadi kami dengan harga Rp 17.000 perkg. Dan minat masyarakat tadi sangat besar dengan total 1 ton kita salurkan dengan beras SPHP sebesar 1 ton, gula pasir 50 kg dan minyak goreng kita tadi 120 liter Alhamdulillah hanya sekian waktu sudah habis,”ujarnya.
Ditambahkan, kehadiran gerakan pangan murah ini sangat dibutuhkan. Namun, dilakukan pembatasan untuk satu keluarga dua kemasan agar semua bisa kebagian.
Selain itu juga, mencegah ada upaya untuk menjual kembali dan itu bisa dirasakan langsung masyarakat itu sendiri karena tujuan sesungguhnya untuk menstabilkan harga.
Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau ini mengakui, selama ini sudah ada beberapa kali melaksanakan gerakan pangan murah mulai dari moment Agustusan, kegiatan kemah exclusive di Lakalogou, di DPRD, stadion betoambari dua kali waktu itu kunjungan BPK di OPD dan di lembah hijau jelang moment hari jadi Kota Baubau yang ke 484.(*)
Pasca Maulid, TPID Tetap Kawal Harga Kebutuhan Pokok Aman
BAUBAU, BP-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Baubau melakukan kegiatan rutin dengan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pasa maulid Nabi Muhammad SAW pada sejumlah kebutuhan kebutuhan Pokok di pasar wameo, distributor, jembatan batu kemudian Hypermart Jumat (26/09/2025).
Kadis Perindag Kota Baubau H La Ode Ali Hasan, SE, M.Si dalam keterangan persnya Jumat (26/09/2025) mengungkapkan, Sidak Pasar yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau bersama tim gabungan TPID di pasar tradisional dan pasar modern, untuk beberapa jenis komoditas bahan kebutuhan pokok cukup tersedia di pasar dan kemudian harga-harga juga masih terpantau dalam kondisi aman dan terkendali.
Menurutnya, tujuan dari Sidak TPID ini untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, serta menjaga stabilitas harga pangan ditengah meningkat dengan permintaan masyarakat Pasca Maulid. Pasalnya, pengalaman yang lalu kalau bicara menjelang pasca maulid ini biasanya kebutuhan sangat meningkat, sehingga berdampak kepada harga-harga di pasar.
“Itulah kami pastikan bagaimana kondisi harga di pasar hari ini. Nah, terkait dengan ini tadi kami ke lapangan juga bersama TPID memastikan bahan kebutuhan pokoknya yang ada di pasar, mengecek barang-barang kebutuhan baik itu di pasaran maupun distributor memastikan harga serta pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga,”ujarnya.
Ditambahkan, Sidak TPID juga ingin membandingkan harga-harga yang ada di pasar wameo, distributor, jembatan batu dan dengan pasar modern hypermart yang ternyata untuk harga kebutuhan pokok dalam kondisi aman dan belum ada kenaikan yang berat, kenaikan masih dalam tahap yang wajar. Kemudian stok masih cukup banyak. sehingga dipastikan untuk kebutuhan pokok masih kondisi aman dan terkendali.
“Dari hasil Sidak, ditemukan berapa harga komunitas pangan strategi seperti beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, telur, daging ayam masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaiakan signifikan.
baca juga:
- Otoritas Pelabuhan Murhum dan Pemkot Baubau Perkuat Sinergitas dan Kolaborasi Penanggulangan Kedarutan di Pintu Masuk Pelabuhan
- Penerbangan Murah Dengan Airbus Sudah Bisa Dinikmati, Sekarang Walikota Baubau Yusran Fahim Kembali Ajak Masyarakat ‘Perjuangkan” Provinsi Kepton
Ini artinya ada beberapa jenis komunitas yang sebelumnya mengalami kenaikan sekarang sudah berangsur-angsur turun Pasca Maulid. Nah, untuk menjaga keseimbangan harga dari pasokan kebutuhan pokok menjelang pasca maulid ini, kami juga tergabung dalam TPD mengambil langkah-langkah konkret, antara lain monitoring harga harian,”ungkapnya.
Ali Hasan berharap stabilitas harga tetap terjaga, kemudian berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan jangkauan harga, pangan termaksud berkoordinasi dengan pihak distributor setiap saat sehingga masyarakat dapat mendapatkan harga yang lebih baik lagi dari harga-harga sebelumnya termaksud ketersediaan stok.(*)












