Bupati Afiruddin dan Kapolres Butur Kompak Tinjau Calon Lokasi MBG, Bangunan Bekas Dinas Dipilih Jadi Lokasi Program Gizi Gratis
BURANGA,DT-Kapolres Buton Utara, AKBP Totok Budi, mendampingi langsung Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, dalam kegiatan peninjauan lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (30/7/2025). “Bupati Afiruddin dan Kapolres Butur Kompak Tinjau Calon Lokasi MBG, Bangunan Bekas Dinas Dipilih Jadi Lokasi Program Gizi Gratis,”

Peninjauan dimulai pukul 08.05 Wita dengan menyasar dua lokasi strategis di wilayah Kecamatan Kulisusu. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Workshop Pengelolaan Sampah di Kelurahan Lakonea. Di lokasi ini, AKBP Totok Budi bersama rombongan mengevaluasi potensi integrasi fasilitas pendukung untuk mendukung kelancaran program SPPG.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju eks bangunan Dinas Pertanian di Jalan Poros Ereke-Waodeburi, yang menjadi salah satu kandidat utama lokasi SPPG. Kapolres AKBP Totok Budi secara aktif memberikan masukan terkait faktor keamanan dan aksesibilitas, guna memastikan lokasi tersebut layak dijadikan pusat distribusi makanan bergizi bagi masyarakat.
“Kami dari Polres Buton Utara akan terus mendukung program strategis pemerintah daerah, khususnya yang menyangkut kesejahteraan dan pelayanan langsung kepada masyarakat. Aspek keamanan dan kelancaran distribusi akan menjadi perhatian kami,” tegas AKBP Totok Budi di sela-sela kegiatan.
Baca juga:
- Bupati Buton Utara Tinjau Normalisasi Kali di Desa Morindino untuk Atasi Banjir Langganan
- Bupati Butur Afirudin Mathara Serahkan RPJMD ke DPRD Memuat 8 Tujuan dan 18 Sasaran Strategis, Ingin Program Tak …
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur sebelum tim supervisi dari pusat melakukan penetapan resmi lokasi SPPG. Pemerintah daerah menargetkan agar program MBG ini dapat segera direalisasikan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat secara merata dan terjangkau.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buton Utara Amidudin, dan Kepala Dinas Pertanian Sahrun Akri yang bersama-sama melakukan evaluasi teknis terhadap fasilitas pendukung SPPG.(*)
Galeri Foto
Baca Berita Lainnya:
Bupati Buton Utara Afirudin Mathara Serahkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Bencana Alam di Kambowa
BURANGA, BP-Bupati Buton Utara, Afirudin Mathara, menyerahkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak bencana alam di Kecamatan Kambowa, Senin (27/7/2025). “Bupati Buton Utara Afirudin Mathara Serahkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Bencana Alam di Kambowa.”

Sebanyak 174 kepala keluarga (KK) dari empat desa dan satu kelurahan menerima bantuan tersebut usai wilayah mereka dilanda gempa bumi, angin puting beliung, dan banjir beberapa bulan lalu.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Desa Bubu. Selain warga Desa Bubu, bantuan juga disalurkan kepada warga Desa Lahumoko, Lagundi, dan Kelurahan Kambowa. Bencana banjir juga terjadi di Desa Rante Gola, Kecamatan Bonegunu.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara sangat prihatin atas musibah banjir, gempa bumi, dan angin puting beliung yang menimpa warga di beberapa desa, khususnya di Kecamatan Kambowa,” kata Bupati Afirudin dalam sambutannya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak memandang besar kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi menjadikannya sebagai wujud kepedulian di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.
“Bantuan yang kecil ini mohon diterima dan dimanfaatkan. Insya Allah ke depan ada program-program kita yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Afirudin, dirinya merasa berat hati menyerahkan bantuan logistik karena lebih menginginkan program-program pemberdayaan yang berkelanjutan untuk masyarakat. Namun, di tengah kondisi darurat, langkah tanggap tetap diambil agar kebutuhan warga segera terpenuhi.
baca juga:
- Polres Buton Utara Cek Takaran Minyak Kita, Pastikan Sesuai Standar
- Warga Butur La Ode Andri Dilaporkan Dirut RSUD Butur ke Polisi Usai Mengritik Fasilitas Rumah Sakit Yang …
“Saya sebenarnya tidak tega menyerahkan bantuan seperti ini, kenapa? Saya ingin program itu, program pemberdayaan bukan program bantuan langsung seperti ini. Saya ingin memperdayakan kita semua. Tetapi, itu tadi yang saya katakan ditengah efisiensi yang sedang menimpa kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bencana yang terjadi adalah cerminan dari hubungan manusia dengan alam.
“Bencana ini tidak lepas dari perilaku kita, baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Bagaimana kita berbuat terhadap alam dan lingkungan sekitar kita,” katanya.
Masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Kambowa mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah. Mereka mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.(*)






