Program Presiden Prabowo MBG dan CKG Telah Berjalan di Baubau, CPO Isra Ramli Tinjau Langsung Dapur Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis: di Kota Baubau Sudah Berjalan dan Bisa Jadi Contoh Untuk Daerah Lain
BAUBAU, BP-Presiden RI Prabowo sejak Januari 2025 telah mengadakan beberapa program besar yang ditujukan kepada daerah termaksud Kota Baubau diantaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan tujuan untuk investasi memperbaiki gizi anak Indonesia. Kemudian program besar lainnya Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Program Presiden Prabowo MBG dan CKG Telah Berjalan di Baubau, CPO Isra Ramli Tinjau Langsung Dapur Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis: di Kota Baubau Sudah Berjalan dan Bisa Jadi Contoh Untuk Daerah Lain,”
Untuk Kota Baubau dari kedua program tersebut yakni MBG dan CKG, telah dilakukan pengecekan langsung dari tim Kantor Komunikasi Kepresidenan RI yang dipimpin Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Isra Ramli di tiga Puskesmas yakni Wajo, Wolio dan Sorawolio dan satu sekolah serta dua dapur yang ada di Kecamatan Murhum, Wolio dan Sorawolio pada Jumat (13/06/2025).

Dalam keterangan persnya usai meninjau 3 Puskesmas, satu sekolah dan dua dapur tersebut, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan RI Isra Ramli menilai program MBG di Kota Baubau sudah berjalan sejak bulan Februari, dan sudah melayani 3500 anak di 29 sekolah. Hanya saja, total kebutuhan dapur untuk makan MBG ini dibutuhkan sekitar 16 dapur. Sehingga, ini menjadi PR untuk mewujudkan sekitar 10 dapur lagi termaksud tenaga lapangannya, Kepala dapurnya dan Ahli gizinya yang saat ini sementara dalam proses pelatihan di Jakarta.
Sedangkan terkait soal daya dukung terhadap program-program MBG, Isra Ramli mengakui, walaupun belum melihat lapangan pertaniannya, mestinya Kota Baubau segera dibangun banyak peternakan ayam sebab banyak anak menyukai daging ayam termaksud telur. Tentunya ini merupakan peluang kerja bagi UMKM di Baubau betapa potensi ekonominya sangat besar asalkan mau bekerja dan jangan memilih-milih pekerjaan.
Menurut Isra Ramli, untuk program besar yang juga masih dalam pemantauan ini adalah terkait dengan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis ( CKG). Berdasarkan hasil peninjauan untuk fasilitas menunjang pelaksanaan CKG di 3 Puskesmas yang ada, Kota Baubau ternyata sudah siap untuk menjadi kota yang melaksanakan program CKG. Apalagi, Kota Baubau ini sangat potensial untuk berkembang menjadi kota jasa di bidang kesehatan. Ditambah lagi dengan antusias masyarakat, partisipasi masyarakat, semangat mereka untuk berobat untuk menyehatkan diri, memeriksakan kesehatan dan sebagainya sangat tinggi sekali dan itu adalah potensinya.

Diungkapkan, Pemerintah pusat akan memberikan dukungan anggaran untuk layanan kesehatan di Kota Baubau karena ada program baru, target baru, tujuan baru pemerintah dalam meningkatkan daya dukungnya. Dan anggaran untuk kesehatan sekarang ditingkatkan meskipun diakui bila untuk memenuhi kebutuhan ideal memang harus bertahap. “Pak Prabowo menjadi presiden untuk satu priode pertamanya adalah 5 tahun, jadi dari tahun ke tahun akan terus ditingkatkan. Seperti program besarnya itu, selain masyarakat dilayani melalui CKG itu ada peningkatan upgrade kelas rumah sakit. Jadi rumah sakit itu dari tipe D di naikkan ketingkat C.Termaksud juga untuk perbaikan fasilitas puskesmas. Hal ini adalah bentuk perbantuan negara terhadap tenaga Kesehatan,”ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Isra Ramli bersama Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc serta jajaran RSUD Kota Baubau telah melakukan pertemuan di ruang rapat RSUD Kota Baubau Palagimata usai kunjungan ke beberapa puskesmas. Dan setelah pertemuan dilanjutkan dengan peninjauan beberapa ruangan pelayanan yang ada di RSUD Baubau. (*)
Perluas Jangkauan CKG, Pemkot Baubau Jemput Bola
Pemerintah Kota Baubau melaksanakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan cara jemput bola menyasar perkantoran dan komunitas masyarakat. Selain memperluas jangkauan Program CKG, diharapkan percepatan pengentasan Tuberkulosis (TBC) juga dapat dicapai.
Dalam press releasenya Kamis (12/06/2025), Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office-PCO) Isra Ramli menjelaskan, sejak Program CKG diluncurkan secara nasional pada 10 Februari 2025, saat ini sudah menyentuh 7.971.748 warga dari 8.484.507 pendaftar (per 10 Juni 2025).
Kementerian Kesehatan menargetkan jumlah pendaftar bisa mencapai lebih 50 juta orang di akhir 2025.“Harus ada langkah-langkah strategis dalam upaya kita bersama mencapai target akhir 2025 ini. Misalnya apa yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Baubau ini, melaksanakan CKG dengan cara jemput bola,” ujar Deputi I PCO.

Ditambahkan, upaya jemput bola ini menawarkan CKG kepada masyarakat secara luas, termasuk anak anak, dewasa, dan lansia, ke komunitas, lembaga kesehatan, atau pihak swasta. Cara ini meningkatkan akses kesehatan masyarakat dan mendeteksi dini masalah kesehatan. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan kondisi tertentu, seperti tekanan darah atau kadar gula tinggi, warga dapat segera mendapatkan tindak lanjut pengobatan di Puskesmas.
Menurut Isra Ramli, CKG merupakan bagian dari program hasil terbaik cepat (PHTC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.Ini adalah program terbesar dalam sejarah kesehatan Indonesia, mengingat target akhirnya adalah 280 juta penduduk secara bertahap. “Jadi kami mengapresiasi sekali terhadap Pemko Baubau dan harapannya ini juga bisa dicontoh atau dilakukan di daerah-daerah lain,” ucapnya.
Sementara itu, Pemkot Baubau akan mengelar kegiatan Mari Cek Kesehatan Gratis (Makesa) Gratis. Program Makesa dari Pemkot Baubau adalah untuk mendukung Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain singkatan dari Mari Cek Kesehatan, Makesa juga bisa berarti keutamaan atau khusus dan juga hal-hal yang baik.
Bebeapa waktu lalu, Walikota Baubau Yusran Fahim telah meluncurkan Program Makesa Gratis untuk seluruh warga Kota Baubau. Acara launching berlangsung di Monumen Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Oputa Yi Koo, Sabtu (3/5/2025). Fokus program ini adalah meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, termasuk CKG, penurunan 50% kasus TBC dalam lima tahun, serta penyediaan rumah sakit berkualitas di setiap kabupaten/kota.
Di luar bidang kesehatan, Makesa juga dirangkai dengan Program Keamanan Pangan Terpadu dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Rangkaian kegiatan akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 13 dan 14 Juni 2025 di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. (*)
Program Inovasi MAKESA Dipuji Pemerintah Pusat
Program inovasi Pemkot Baubau yakni MAKESA (Mari Cek Kesehatan Gratis) ternyata mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. Bahkan, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan Isra Ramli melakukan kunjungan kerja di Kota Baubau pada Kamis (12/06/2025).
Wakil Wali Kota Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc dalam keterangan persnya saat penjemputan Deputi bidang materi komunikasi dan informasi Kantor Kepresidenan Isra Ramli di Bandara Betoambari Baubau mengatakan, kedatangan Isra Ramli ke Baubau adalah dalam rangka melaunching program MAKESA yang merupakan program nawa cita presiden.
Menurut Wa Ode Hamsinah Bolu, dalam kunjungan kerja ke Kota Baubau selama 3 hari, Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan Isra Ramli, tentu tidak hanya melaunching program MAKESA akan tetapi akan mengunjungi beberapa fasilitas kesehatan di Kota Baubau yakni pertama akan mengunjungi RSUD Palagimata untuk melihat fasilitas kesehatan yang ada di RSUD Palagimata. Sehingga, diharapkan, dengan hadirnya tim ini bisa melihat kekurangan apa yang dibutuhkan dan dukungan peningkatan kapasitas RSUD Palagimata Kota Baubau.

Selain itu juga, akan mengunjungi beberapa Puskesmas di Kota Baubau untuk melihat langsung fasilitas-fasilitas yang ada di Puskesmas dan ini sangat penting agar bisa meningkatkan kapasitas apakah itu fasilitasnya penambahan bet atau lain sebagainya.
Kemudian, juga akan mengunjungi Makan Bergizi Gratis karena itu juga merupakan domain dari Presiden RI termaksud pula melihat pelayanan kesehatan dor to dor di Kelurahan Labalawa yang merupakan bentuk pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Baubau, yakni pelayanan kesehatan oleh tim kesehatan yang mengunjungi rumah ke rumah dan disetiap rumah akan dilayani dari manula, ibu hamil, anak-anak dan bayi dilayani kesehatannya.
“Terlepas dari kunjungan, kami menghimbau kepada masyarakat Kota Baubau untuk memanfaatkan cek kesehatan gratis setiap weekend di Kotamara dan ini merupakan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait dengan kesehatannya dalam waktu tertentu agar apabila ada hal-hal yang tidak normal ditemukan bisa cepat diantisipasi,”katanya.
Wakil Wali Kota Baubau ini meminta kepada seluruh masyarakat untuk mendukung program MAKESA dimana pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2025 ini akan dilakukan program launching program MAKESA oleh tim dari pusat dengan menghadiri program launching MAKESA. Sebab pada launching MAKESA juga akan ada senam bersama dan setelah itu dilakukan cek kesehatan gratis yang artinya Pemkot Baubau menunjukan kepada tim apa yang dimiliki dan inovasi apa yang dilakukan seperti MAKESA maupun fasilitas kesehatan dor to dor ini betul-betul diterima dan diapresiasi oleh masyarakat. Apalagi memang, program MAKESA ini merupakan inovasi yang di puji oleh pemerintah pusat dibidang kesehatan. (*)
Tingkatkan Status RSUD dan Puskesmas, Wali Kota Lobi Kantor Kepresiden RI
Kedatangan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan RI Isra Ramli di Kota Baubau membawa dampak yang cukup positif bagi Pemkot Baubau. Karena itu, usai jamuan makan malam Pemkot Baubau dengan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Kepresidenan RI Isra Ramli di rujab Wali Kota Baubau Kamis malam (12/06/2025). Wali Kota Baubau H Yusran Fahim,SE dan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc memanfaatkan moment tersebut dengan membahas program-program Pemerintah Kota Baubau yang sudah pernah dijalankan, seperti pemeriksaan pelayanan kesehatan langsung dari rumah ke rumah atau door to door

Kemudian ada juga beberapa usul dari Pemkot Baubau terkait peningkatan status RSUD Baubau dan beberapa Puskesmas yang ada di Kota Baubau.. “Oleh karena itu, melalui pertemuan malam ini kita mencoba dekati tim kepresidenan RI agar semua Puskesmas di Kota Baubau ini bisa ditingkatkan statusnya dari tingkat D menuju ketingkat yang lebih baik lagi. Kemudian termaksud juga fasilitas di RSUD yang masih banyak kekurangan dalam pelayanan ruangan rawat Inap, dan pelayanan lainnya. Dan itu merupakan permintaan kita saat ini, agar pembangunan RSUD Baubau jauh lebih bagus seperti di kota-kota lain pada umumnya,”ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini berharap dengan peninjauan langsung dari tim kantor Kepresiden RI maka apa yang dibutuhkan oleh Pemkot Baubau dapat bisa disahuti oleh Pemerintah pusat dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, dalam kunjungan kerja selama 3 hari di Kota Baubau direncanakan Tim kantor Kepresidenan RI, selain akan melaunching program inovasi Pemkot Baubau Mari Cek Kesehatan Gratis (Makesa), juga akan meninjau RSUD Baubau dan beberapa Puskesmas yang ada di Kota Baubau terutama ke satuan pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG) MBG dan pelaksanaan kemananan pangan terpadu.(*)
MBG di Kota Baubau, Anak Makan Gratis Ibu Memasak
Manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya bagi anak-anak yang menjadi penerima manfaat di sekolah. Namun, ibu-ibu yang bekerja sebagai juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), juga merasakannya. Ditemui di Dapur MBG Kota Baubau, salah satu SPPG yang sudah beroperasi di Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Astuti mengungkapkan kegembiraannya dapat ikut serta menyiapkan menu MBG. “Saya senang sekali dapat ikut kerja di sini,” ungkap ibu tiga anak itu dengan mata berkaca-kaca.

Ibu Astuti menahan haru, tak mampu melanjutkan kata-kata. Sebelum bergabung di Dapur MBG, ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Anak bungsunya masih duduk di bangku SD, yang sejak Dapur MBG Kota Baubau beroperasi dua bulan lalu, menjadi penerima MBG. Hal tersebut dirasa sangat meringankan bebannya yang selama beberapa tahun terakhir menjadi orangtua tunggal bagi tiga anak.
Pengalaman serupa juga dicerikatakan Ibu Yati, warga Sorawolio Kota Baubau. Di sela-sela kesibukannya membagi porsi MBG dalam nampan aluminium, ia mengaku beraktivitas sejak dini hari hingga pagi menjelang siang. “Saya kerja dari subuh. Biasanya pagi jam 10-an sudah selesai. Jadi pekerjaan ini tidak terlalu berat,” kata istri petani beranak dua itu.
Sementara itu, Said yang duduk di bangku kelas 3 SD Karya Baru Baubau, mengungkapkan kegirangannya, karena menu kesukaan telur dadar disajikan dalam setangkup roti. Ditambah satu jeruk dan susu kemasan yang selalu ditunggu-tunggu sebagai menu rutin Hari Jumat selama beberapa pekan MBG berjalan di sekolahnya. “Saya suka menunya, sehat, karena cita-cita saya ingin jadi tentara seperti Bapak Presiden Prabowo,” katanya lantang.
Lain lagi dengan Tasya, siswa sekelasnya, yang mengaku lebih menyukai menu dengan lauk ayam yang telah disajikan di hari sebelumnya. “Saya sangat suka dengan MBG, karena masakannya enak-enak,” ujarnya.
Tasya didampingi Kepala Sekolah SDN Karya Baru Samsiah Samiun menitipkan terima kasihnya kepada Presiden Prabowo dan berharap Program MBG bisa terus berlanjut.
Tasya, Said dan ibu kepala sekolahnya, sempat bertemu langsung dengan Deputi Bidang Materi Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office-PCO) Isra Ramli dan Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc yang membagikan langsung MBG.
Kunjungan PCO Isra Ramli dan Wakil Wali Kota Baubau dalah untuk memastikan Program MBG, sebagai program hasil terbaik cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, berjalan baik sejak dilaksanakan awal tahun ini.
Menurut Deputi I PCO, MBG merupakan investasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki kebutuhan gizi bagi anak di Indonesia. “Jadi, program makan bergizi gratis ini adalah program presiden yaitu investasi untuk memperbaiki gizi anak Indonesia, dan alhamdulillah untuk di Kota Baubau ini sudah berjalan,” kata Isra Ramli dalam press release Jumat (13/06/2025).
Dijelaskan, di Kota Baubau saat ini telah tersedia dua SPPG. Akan tetapi, jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan, yang mana Kota Baubau telah ditetapkan memiliki 16 Dapur MBG. “Alhamdulillah untuk Kota Baubau saat ini ada dua dapur dan tadi kita sudah mengunjungi salah satunya di Kecamatan Sorawolio yang sudah berjalan sejak Februari, di mana sudah melayani 3.500 anak di 29 sekolah yang ada di Kecamatan Sorawolio,” jelasnya.

Ditambahkan, Pemkot Baubau harus secepatnya membangun lebih 10 dapur lagi agar bisa memeratakan Program MBG di seluruh wilayah kota. Dalam kesempatan itu, ia melihat ada pemberdayaan dilakukan oleh petugas SPPG dengan mempekerjakan masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Sorawolio itu sendiri. “Yang bekerja di situ para ibu-ibu atau masyarakat yang ada di sekitaran. Ada sekitar 47 orang tadi yang ikut bekerja di situ, dan itu luar biasa sekali. Jadi, anaknya dapat makan, ibunya dapat pekerjaan,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi petugas SPPG Baubau yang memberlakukan standardisasi dalam menjalankan mekanisme Program MBG, mulai dari kebersihan, layanan, hingga pengantaran makanan. “Petugas SPPG sudah dilatih secara serius, mereka punya standar sendiri dan menurut saya itu sudah sangat bagus. Alhamdulillah sampai sekarang di kota Baubau tidak ada cerita miring, tidak ada cerita keracunan, tidak ada bahan baku yang rusak dan macam-macam,” tutupnya. (*)
Program MAKESA Dukung Misi Asta Cita Kemimpinan Presiden dan Wapres RI
Delapan misi asta cita kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) RI terpilih tahun 2024-2029 Prabowo dan Gibran yang mencakup berbagai aspek pembangunan nasional memuat misi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM ini ditujukan untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing di tingkat global. Tiga dari delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yaitu Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), penurunan kasus tuberkulosis sebanyak 50% dalam 5 tahun dan pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia.
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE saat program Mari Cek Kesehatan (MAKESA) gratis kotamara Sabtu pagi (14/06/2025) mengatakan, pelaksanaan program MAKESA gratis sebagai bentuk dukungan percepatan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di lingkungan Pemkot Baubau dalam mewujudkan asta cita Presiden dan Wakil presiden republik indonesia yang juga merupakan quick win 100 hari kerja bersama wali kota baubau dan wakil wali kota baubau pada peningkatan layanan kesehatan.
Menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, MAKESA gratis mendekatkan dan sebagai memperluas upaya cakupan layanan kesehatan pada masyarakat. Dengan mengajak seluruh masyarakat Kota Baubau untuk membudayakan cek kesehatan secara berkala, memperluas jangkauan pemeriksaan kesehatan dan sekaligus menyampaikan kepada masyarakat bahwa pelayanan cek kesehatan tidak dipungut biaya dalam hal ini gratis. Hal ini bertujuan melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan yang berpotensi berkembang menjadi penyakit serius.
“Cek kesehatan gratis diharapkan dapat mengurangi beban pelayanan kesehatan rujukan serta meningkatkan produktivitas masyarakat, kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat kota baubau dalam mewujudkan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau yakni Baubau Kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat,”ujarnya.
Ditambahkan, program MAKESA gratis dari Pemkot Baubau kepada seluruh masyarakat dilaksanakan di area publik dan pemeriksaan kesehatan gratis juga dilaksanakan di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama lainnya yang bekerja sama dengan bpjs dan layanan kesehatan door to door. (*)
Pemkot Terjemahkan Program Presiden Prabowo Secara Kreatif Dengan Kearifan Lokal
Program Presiden RI Prabowo yakni Cek Kesehatan Gratis oleh Pemkot Baubau di terjemahkan secara kreatif yang di tambahkan dengan kearifan lokal yang di beri nama MAKESA ( Mari Cek Kesehatan) Gratis.
Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office-PCO) Isra Ramli dalam keterangan persnya saat kegiatan MAKESA di Kotamara Sabtu (14/06/2025).

Menurut Isra Ramli, program MAKESA ini adalah berupaya untuk lebih dekatkan dan partisipasi masyarakat dalam cek kesehatan gratis ini. Akan tetapi, lebih dari cek kesehatan gratis didalam MAKESA ini disertakan juga dokter dan apoteker dan itu menjadi kelebihannya sehingga masyarakat bisa berkonsultasi dan mendapatkan penanganan awal dan pemberian obat-obatan awal, sehingga ini membuat masyarakat menjadi semakin bersemangat dan kemudian mendapatkan manfaat yang lebih.
“Tadi saya cek hingga hari ini pelaksanaan MAKESA di Kota Baubau ini sudah lebih dari 3000 orang masyarakat yang ikut serta dalam program. Dan ini tidak lain dan tidak bukan dalam rangka untuk peningkatan kualitas kesehatan serta dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Masyarakat yang sehat itu masyarakat yang produktif, masyarakat yang sehat masyarakat yang kemudian juga akan muda untuk mengikuti kegiatan ekonomi maupun kegiatan pembelajaran. Sehingga tidak pandang umur tidak pandang tempat untuk cek kesehatan gratis yang disebut dengan MAKESA di Kota Baubau ini,”ujarnya.

Sementara itu, secara nasional tambah Isra Ramli, cek kesehatan gratis yang sudah berjalan lebih dari 5 bulan ini untuk jumlah pemerima manfaatnya telah mencapai 8 juta lebih di seluruh Indonesia. Sedangkan untuk di Kota Baubau sudah 3000 lebih dan juga untuk se Sulawesi Tenggara Kota Baubau ini adalah kota yang paling maju dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis ini.
“Tentunya kita dalam melakukan kunjungan ini agar bisa melihat secara langsung di lapangan seperti apa dan kita melihat program-program itu dilaksanakan. Kemarin, kita sudah tinjau 3 puskesmas dan kita lihat pelayanan kesehatan sangat luar biasa dan petugasnya luar biasa sangat semangat bekerja, peralatan tersedia dengan baik dan masyarakatnya sangat antusias untuk memeriksakan kesehatan mereka. Kita juga sudah melakukan kunjungan ke rumah sakit banyak juga sarana dan prasarana pemeriksaan kesehatan dan penanganan kesehatan yang sudah tersedia,”ungkapnya.
baca juga:
- Pemkot Baubau Laksanakan Cek Kesehatan Gratis Dengan Cara Jemput Bola
- Menkes RI Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung RSUD Butur Tipe C…
Dijelaskan, saat ini untuk fasilitas di RSUD sudah tersedia. Bahkan, yang bikin dirinya kaget ternyata di Kota Baubau ini sudah ada fasilitas DSA atau fasilitas cuci otak. Namun demikian, yang menjadi masalah adalah kekurangan sumber daya manusia dan dukungan dari pembiayaan untuk melaksanakan untuk memberikan pelayanan. Diharapkan, kedepan alat-alat yang canggih-canggih agar bisa segera di fungsikan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Kota Baubau. (*)

