LIPSUS

Lantik La Ode Fasikin, H Yusran Berharap Pj Sekda Jadi Dirigen Pencapaian Program Quick Win, Berikut 16 Prioritas 100 Hari Kerja Yusran-Hamsinah

BAUBAU, DT-Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE secara resmi melantik La Ode Fasikin, S.Pi, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Sekda Kota Baubau di aula Palagimata Kantor Wali Kota Baubau Jumat (7/3/2025). “Lantik La Ode Fasikin, H Yusran Berharap Pj Sekda Jadi Dirigen Pencapaian Program Quick Win, Berikut 16 Prioritas 100 Hari Kerja Yusran-Hamsinah.”

Lantik La Ode Fasikin, H Yusran Berharap Pj Sekda Jadi Dirigen Pencapaian Program Quick Win, Berikut 16 Prioritas 100 Hari Kerja Yusran-Hamsinah
Lantik La Ode Fasikin, H Yusran Berharap Pj Sekda Jadi Dirigen Pencapaian Program Quick Win, Berikut 16 Prioritas 100 Hari Kerja Yusran-Hamsinah

Dalam sambutan tertulisnya, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE berharap kepada La Ode Fasikin yang baru saja dilantik kembali sebagai Pj. Sekda Kota Baubau agar mampu menjadi dirigen yang baik untuk mengkonsolidasikan dan mengharmonisasikan tugas-tugas pemerintahan, serta menjamin keberlangsungan dan keberlanjutan roda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. terlebih, dalam rangka pencapaian program quick win selama 100 hari pertama sebagai Wali kota dan Wakil Wali Kota Baubau.

Disisi lain, pasca diberlakukannya instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025, harus mendukung setiap program strategis pemerintah pusat. dan menjadi salah satu tugas Pj Sekda, yakni memprioritaskan dan mensinergikan APBD dengan program-program pemerintah pusat. sehingga, dalam menuju Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat, pemerintah Kota Baubau juga memberikan kontribusi pada pencapaian 8 (delapan)/ asta cita misi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

f03.1
“Sebagai refleksi PP 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah, dan PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS, maka, jabatan adalah amanah untuk dijalankan hingga waktu yang telah ditentukan. Karenanya, walaupun bersifat sementara dan dengan periode yang cukup singkat; namun, posisi, tugas, dan fungsi, serta kewenangan penjabat sekretaris daerah sama dengan sekda definitif,”ungkapnya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini menambahkan, mengingat urgensi dan strategisnya kehadiran Penjabat Sekda maka pihaknya mengucapkan terima kasih dan rasa hormat kepada Gubernur Sultra atas penunjukan PJ Sekda untuk masa jabatan paling lama tiga bulan kedepan. Kemudian memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada La Ode Aswad, S.Sos., M.Si atas pengabdiannya sebagai Pj Sekda selama 6 (enam) bulan terakhir.

Sedangkan kepada para kepala OPD, serta para camat dan lurah, Wali Kota Baubau menekankan untuk bersama-sama memberikan dukungan kinerja kepada Pj Sekda La Ode Fasikin dalam menjalankan tugasnya. Dengan semangat kerja bersama yang didalamnya ada kekompakan, sinergi, dan harmoni, memungkinkan dapat lebih maju dan berkembang, serta memperkuat hubungan dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan.(*)

Berikut 16 Prioritas 100 Hari Kerja Yusran-Hamsinah

Untuk mewujudkan visi Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera dan bermartabat maka sebagai langkah awal, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Wakil Wali (Wawali) Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc telah menyusun berbagai program dan kegiatan yang tertuang dalam 16 agenda 100 hari Kerja Bersama. Ke-16 Prioritas 100 hari Kerja tersebut telah disampaikan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE dan Wawali Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu pada sidang paripurna DPRD Kota Baubau Senin (10/3/2025).
f03.1C
16 Prioritas 100 hari Kerja Bersama itu yakni :
I. Revitalisasi pengelolaan ruang publik kotamara, pantai kamali dan stadion betoambari,yang diwujudkan pada penataan ruang dan fasilitas publik, transportasi dan mobilitas, serta keamanan dan ketertiban.
II. Penataan fisik dan lanskap koridor utama, diantaranya infrastruktur dan estetika kota, serta pengawasan dan pengendalian tata ruang.
III. Peningkatan kualitas pendidikan, melalui pemberian beasiswa pelajar dan inovasi metode pembelajaran pada tenaga didik serta anak didik.
IV. Pengendalian pemanfaatan ruang dan penegakan perda, diantaranya pengawasan dan penegakan regulasi, optimalisasi regulasi perizinan serta penguatan perencanaan berbasis digital.
V. Gerakan penghijauan, melalui pengurangan dan pengelolaan sampah, serta pencanangan kebun raya kota.
VI. Optimalisasi dan penataan aset daerah, melalui pengelolaan dan pemanfaatan aset potensial serta penerbitan sertifikat layak fungsi bangunan publik.
VII. Penataan kelembagaan birokrasi dan reviu regulasi pemerintah, melalui penataan kelembagaan sdm pemerintahan, peningkatan kompetensi dan kemitraan ASN, serta pengembangan kerjasama dengan perguruan tinggi.
VIII. Konsolidasi forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), melalui forum diskusi keamanan masyarakat.
IX. Penguatan hubungan instansi pusat dan provinsi, melalui koordinasi dengan instansi vertikal untuk menjaring hubungan strategis dengan pusat terutama inisiasi pembentukan provinsi Kepulauan Buton.
X. Penguatan dan sinkronisasi lintas OPD, melalui digitalisasi dan optimalisasi tata kelola pemerintahan.
XI. Pengendalian inflasi, melalui stabilisasi ekonomi pasar murah dan dukungan umkm berupa bantuan permodalan umkm, serta launching aplikasi pelayanan tera ulang.
XII. Pengembangan lembaga kebudayaan dan preservasi budaya, melalui penguatan identitas (smart branding) Baubau sebagai kota budaya.
XIII. Konsolidasi pemuka agama dan safari ramadhan. dalam rangka membangun kebersamaan dalam keberagaman.
XIV. Peningkatan layanan kesehatan melalui peningkatan peran dokter komunitas, visitasi dari pintu ke pintu, serta aktivasi pusat layanan kesehatan dengan memanfaakan teknologi.
XV. Penyesuaian anggaran pembangunan, melalui evaluasi dan penyesuaian kebijakan anggaran sesuai arahan presiden republik indonesia terkait efisiensi anggaran belanja, program prioritas serta visi dan misi kerja Bersama.
XVI. Yang terakhir yakni audiensi penyerapan aspirasi masyarakat, melalui peningkatan partisipasi
Wali Kota Baubau H Yusran Fahim dan Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu ingin memastikan dengan 16 langkah strategi dalam 100 hari Kerja Bersama maka pembangunan Kota Baubau dapat berjalan dengan cеpat, tераt dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Baubau.

baca juga:

Selain itu, H Yusran Fahim dan Wa Ode Hamsina Bolu berharap mendapat dukungan dari seluruh anggota DPRD Kota Baubau yang terhormat jika saatnya nanti akan dilakukan pembahasan rancangan Perda Dokumen Perencanaan Pembangunan, baik dokumen RKPD tahun 2026 maupun RPJMD tahun 2025-2030. (*)

baca berita lainnya:

Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur

BAUBAU, DT-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyiapkan 8 sekolah untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada 3 Februari 2025 mendatang. 8 sekolah tersebut berada di Kecamatan Murhum untuk tahap pertama, dan pada tahap berikutnya akan menyasar sekolah-sekolah lainnya di Kecamatan yang berbeda, sambil terus melakukan evaluasi untuk kesuksesan program ini. “Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur,”

Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur
Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur

Hal ini diungkapkan Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Daru Salam, S.Sos, M.Si dalam keterangan persnya usai rapat koordinasi dengan seluruh OPD di aula rapat kantor Wali Kota Baubau Palagimata Kamis (23/1/2025).
Menurut La Ode Darus Salam, program MBG tingkat Kota Baubau akan dilaksanakan secara bertahap . Pihaknya berharap program MBG ini dapat disukseskan oleh semua sekolah-sekolah yang ada di Kota Baubau, sementara 8 sekolah untuk tahap pertama oleh masyarakat, Guru dan Kepala sekolah memahami kebijakan ini dari pusat.
”Ini rapat permulaan nanti rapat selanjutnya tanggal 30 Januari 2025 terkait kesiapan Kota Baubau untuk MBG dan akan dipimpin langsung Wali Kota mengenai kesiapan 8 sekolah yang ada di Kecamatan Murhum,”ujarnya.
Ditambahkan, MBG bukan program uji coba tetapi program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menyongsong Indonesia emas 2025 yang dicanangkan oleh Presiden H. Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr.Lukman, SP.PD mengemukakan tahapan ini merupakan tahapan pertama dengan mengalokasikan MBG kepada siswa tingkat SD/MI , SMP/MTS Plus MBG juga diberikan anak-anak,bayi dan ibu hamil.

f04.1B
Sedangkan sasaran kegiatan ini menyasar semua sekolah dengan jumlah kurang lebih 3.500 orang. Terdiri dari peserta didik, balita dan Ibu hamil dan menyusui. 90% peserta didik 10% balita, ibu hamil dan menyusui. Diharapkan semua memahami karena ini dilaksanakan bertahap dan 2-3 minggu kedepan ada dapur baru yang dibuat agar semua sasaran terpenuhi. “Kita koordinasikan dengan Dinas Dikbud untuk teknis pelaksanaannya, ancang-ancangnya dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2025,”tutupnya.(*)

Kolaborasi Semua Sektor Sukseskan MBG di Baubau

Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat peresmian dapur sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) Murhum dan Sorawolio di SMAN 2 Baubau Senin (17/2/2025) mengatakan, program MBG di Kota Baubau merupakan program yang banyak hal-hal tentu mendapatkan pelajaran pada setiap tahapan. Karena itu, supaya matang diperlukan ada semacam gladi atau kuis untuk pelaksana termaksud membahas hal-hal yang memungkinkan untuk keberlanjutannya.

f04.4
Menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, kalau melaksanakan MBG diawal mungkin sudah bisa matang dan siap tapi menjamin keberlanjutan itu dari sisi logistik harus betul-betul diketahui neracanya artinya kalau butuh kalori dan beras dan lainnya itu dari mana diambil dan berapa jumlahnya dan kapan karena ini akan intensif tidak mungkin dipenuhi semua dari Kota Baubau. Tentunya akan ada import atau memasukkan dari wilayah lain sementara wilayah lain juga melaksanakan program MBG. Sehingga itulah hal yang krusial dalam pandangan Pemkot Baubau bersama dengan satuan pelaksana dan dapur untuk segera diidentifikasi detail mungkin kebutuhan-kebutuhan untuk 2-3 bulan kedepan itu diambil dari mana dan berapa jumlahnya.
Kemudian, dalam pelaksanaan MBG yang dikarenakan massal sifatnya maka keterlibatan Balai Pengawasan Obat Makanan itu sangat penting. Karena sekali ada kekeliruan dalam kegiatan makanan atau minuman atau ada masalah higienisnya itu massal sifatnya dan itu tentu ada efeknya kemana-mana. Sehingga itu juga melalui Dinas Kesehatan untuk terus mengawal dari tahap pertama sampai pada penyaluran sampai pada setelah makan yang progresnya lebih kepada keamanan pangan.
Oleh sebab itu, kolaborasi semua sektor menjadi sangat penting dalam program MBG di Kota Baubau karena tidak mungkin hanya SMA saja yang mengatur anak-anaknya. Namun diperlukan juga orang dapur untuk mengatur persiapan makanan dan orang-orang administrasi dalam mempersiapkan pertanggungjawaban.
“Hal-hal yang sifatnya seperti ini kita bekerja bersama-sama dan tentu saya kira hal ini juga sudah diinisiasi oleh satuan pelaksana membuat Whatshap Group dimana saya sebagai Pj Wali Kota ada. Jadi saya memantau diskusi-diskusi yang ada dan memberikan langsung intervensi atau saran. Saya kira itu langkah-langkah strategis yang penting dan tiga hal itu menurut saya itu sangat krusial dari sisi logistik untuk keberlanjutan dari sisi kesiapan dan keamanan pangannya dari sisi semua orang terlibat dan belum pernah melaksanakan yang seperti ini. Jadi ini menjadi pembelajaran dan harus bagus saya kira dengan dua dapur yang ada jika ada kekurangan segera kita benahi,”ungkapnya.
Pj Wali Kota Baubau memberikan apresiasi bahwa SMA telah melaksanakan program MBG yang tentunya telah disiapkan lebih awal oleh satuan pelaksana pengelola dapur yang sudah hadir di Kota Baubau dan dua dapur yang sudah siap itu adalah di Sorawolio dan di Murhum Wajo yang sesuai target rencana 31.000 dan sudah hampir habis dan itu langsung dilaksanakan.(*)

Pastikan Penyaluran MBG Higiene Sanitasi, Karyawan Dapur Diberi Pelatihan

Guna memastikan program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) sanitasi dan higiene di Kota Baubau, maka karyawan dapur MBG diberi pelatihan yang dilaksanakan di aula gedung arasalana Selasa (4/2/2025).
Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat membuka pelatihan food handler dan higiene sanitasi kepada karyawan dapur MBG mengharapkan agar memperhatikan baik-baik pada saat pelatihan karena karyawan dapur MBG merupakan ujung tombak didepan sebelum masuk pada tahap selanjutnya.
Karena itu, apapun yang disampaikan melalui pelatihan apabila tidak jelas langsung saja ditanyakan.Pasalnya, setelah keluar dari pelatihan sudah tercatat namanya dan dianggap sudah mengetahui. Selain itu, juga apabila terjadi kelalaian akan ditelusuri sampai kedalam sehingga sangat diharapkan kerja sama semuanya.

f04.2B
”Yang masak dan yang akan menyalurkan makanan itu, itu tahapan yang benar-benar sanitasi yang higiene. Kita tidak mau lihat nanti setelah makan kita dapati, mungkin satu dua kali makan belum misalnya hanya kodisi tubuh yang rentang yang akan langsung terdampak reaksi tubuhnya akan tetapi misalnya tahan pada titik tertentu mungkin tiga atau empat bulan baru kelihatan dan itu akan sulit kita tangani dan kita pastikan dari Dinas Kesehatan yang akan sibuk dan itu dari mana dari makanan,”ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini berkeinginan program MBG di Kota Baubau berlangsung sukses demi untuk mempersiapkan gemerasi ke depan. Oleh sebab itu, haruslah benar-benar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dengan dimulai dari orang-orang yang mempersiapkan makanan yakni karyawan dapur MBG.
Terkait dengan program MBG, Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi mengungkapkan, pada Jumat lalu telah melaksanakan rapat bersama dengan Kementrian Kelautan yang kebetulan dipusat itu pihaknya berada di Menkopangan sehingga juga mengkoordinasikan hal ini. Akan tetapi, tugas utama adalah untuk mempersiapkan pangan yang berasal dari laut yang tidak hanya ikan akan tetapi termaksud garam.(*)

Peserta Pengolah Bahan MBG Lakukan Pemeriksaan Medical Chek Up

BAUBAU, BP-Sebanyak 47 orang pengolah bahan Makan Begizi Gratis (MBG) untuk petugas dapur murhum melakukan pemeriksaan medical Chek Up di Puskesmas Wajo Kamis (23/1/2025).
Kepala UPTD Puskesmas Wajo Arni Maruju, AMG.,SKM dalam keterangan persnya mengatakan,untuk pemeriksaan kesehatan peserta pengolah bahan MBG ini dijadwalkan dua hari untuk pelaksanaannya yakni Kamis dan Jumat. Kemudian yang diperiksa itu terdiri dari medical check up umumnya, kemudian ada TCM TB-nya, kemudian juga ada hepatitis-nya, kemudian juga ada PTM-nya dan ini semua gratis.

f04.3
”Jadi untuk selanjutnya, ini pemeriksaannya kan hari ini, kemudian sisanya nanti dilanjutkan besok hari Jumat. Kami tidak bisa melakukan pemeriksaan sekaligus 47 orang, dikarenakan ada satu pemeriksaan namanya TCM TB itu, satu pasien itu memakan waktu satu setengah jam untuk mendapatkan hasil laboratoriumnya. Makanya kita bagi dua hari, kalau misalnya ini mungkin bukan tanggal merah, malah kita menyisakan waktu sampai tiga hari mungkin, atau empat hari, tapi karena tanggal merah, jadi kita preskan dua hari ini, pelayanannya ya mudah-mudahan ya petugas tetap semangat semua untuk pemeriksaan kesehatannya ini,”ujarnya.
Arni Maruju mengakui, diadakannya pemeriksaan kesehatan ini memang merupakan SOP yang sudah ditetapkan dari Badan Gizi Nasional dimana para pengolah ataupun penjama, pangan MBG harus betul-betul sehat.
”Mereka tidak boleh tidak sehat karena ini mereka yang bertugas untuk mengolah makanan anak-anak kita kan di sekolah. Jadi ya betul-betul memang mereka harus diperiksa secara selektif agar kita pastikan layak untuk menjadi tenaga pengolah pangan, MBG ini. Itu sebenarnya intinya karena program ini kan seterusnya ini jadi ya ditargetkan kalau di sekolahkan Senin sampai dengan hari Jumat itu mereka mendapatkan makan siang bergizi gratis ini,”ungkapnya.

f04.1A
Arni Maruju juga memastikan petugas-petugas yang memasak, yang mengolah makanan ini semua harus sehat semuanya mulai dari cleaning service-nya, cuci piring-nya, yang mengepel, kemudian mengolah masakannya langsung, yang mendistribusikannya, yang mempersiapkannya, itu semua harus harus betul-betul sehat petugasnya supaya juga masyarakat merasa aman , nyaman juga anaknya ini ternyata diberikan makanan yang betul-betul memang mulai apa secara selektif semua mulai dari tahap persiapan sampai tahap pendistribusian sampai dimakan itu selektif betul sesuai SOP. Sehingga mereka tidak ragu di masyarakat makanan yang disajikan ini adalah makanan sudah ada ahli gizinya karena ada Badan Gizi Nasional.
Arni Maruju berharap program nasional ini sukses dan gizi masyarakat Indonesia semakin bagus khususnya di Kota Baubau terutama di Kecamatan Murhum saat ini lokusnya. Sehingga tidak ada lagi stunting untuk seluruh Indonesia termasuk Kota Baubau. Dan di tahun 2045 itu betul-betul memang generasi emas sudah yang tercipta untuk Indonesia ini.(*)

Siapkan Satu Dapur Umum, Dinkes Rakor Pemberian MBG

BAUBAU, DT-Sebagai langkah awal persiapan pemberian Makan Bergzi Gratis (MBG) di Kota Baubau maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) konsolidasi awal yang melibatkan Dinkes Baubau, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), pihak ketiga sebagai pengelola makanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Loka POM Baubau, dan perwakilan Puskesmas di ruang kerja Kadis Kesehatan Baubau. Selasa, (21/1/2025).

f04.5
Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Lukman, Sp.PD dalam keterangan persnya mengungkapkan, Pemberian Makan Begizi Gratis (MBG) di Kota Baubau akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal, rencananya akan dimulai pada 3 Februari 2025 dengan mengaktifkan satu dapur umum yang berlokasi di Kecamatan Murhum.
Menurut dr Lukman, pada tahap awal target sasaran pemberian MBG menyasar 3.500 orang. Terbagi untuk sasaran di dalam sekolah dan di luar sekolah. Porsi pembagiannya 90 banding 10, 90 persen untuk anak-anak sekolah. Sementara 10 persennya adalah balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Estimasinya dari target sasaran 3.231 orang pelajar, kemudian 269 lainnya adalah balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
Sedangkan untuk rasio jangkauan penerima MBG dari dapur umum dibatasi sekira 5 Km. Hal ini berdasarkan hitung-hitungan dari para ahli terkait rentan distribusi.

baca juga:

”Yang harus dipahami oleh masyarakat bahwa MBG akan dilakukan secara bertahap, jadi yang lain jangan berkecil hati dulu. Karena sesuai pemetaan ini bertahap kita lakukan, dimulai dengan satu SMA, SMP, SD dan TK,”ujarnya.
Ditambahkan, setelah pemberian MBG tahap awal dilaksanakan, diperkirakan tiga atau empat minggu setelahnya kemudian akan ditambah lagi dapur umum untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan masyarakat sebagai target sasaran program MBG.(*)

Visited 6 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *