Evaluasi APBDesa 2025 di Busel Difokuskan Skala Prioritas Untuk Membangun Desa Berkelanjutan
BATAUGA, DT- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menggelar evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun anggaran 2025. Awal pekan ini difokuskan di Desa Bahari untuk 13 desa di Kecamatan Sampolawa. “Evaluasi APBDesa 2025 di Busel Difokuskan Skala Prioritas Untuk Membangun Desa Berkelanjutan,”
Selanjutnya menyusul enam kecamatan lain dilakukan evaluasi APBDesa. Total 60 desa di Busel akan dilakukan evaluasi secara bertahap.
Kadis BPMDes Busel La Amirudin menyatakan, ini sangat perlu dilakukan singkronisasi program maupun kesesuaian aturan yang berlaku.

“Pemanfaatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang telah melalui tahapan perumusan panjang bersama masyarakat Desa guna peningkatan pelayanan dan kkesejahteraan. Perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kesesuaian dengan arah prioritas penggunaan DD berdasar peraturan yang berlaku,” katanya.
Evaluasi APBDesa diawali di 13 Desa di Kecamatan Sampolawa, namun ada empat desa yang belum siap. Empat desa itu dijadwalkan kembali di agenda evaluasi kecamatan lain. Sejak Rabu (27/2/2025) evaluasi di Kecamatan Lapandewa, menyusul Kadatua.
Sedangkan Kecamatan lain masih menunggu jadwal. Evaluasi APBDesa ini melibatkan pendamping desa kabupaten, kecamatan hingga desa. Begitupun dinas terkait maupun inspektorat.
Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2025 Menopang Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa
Pemerintah telah menetapkan arah kebijakan prioritas penggunaan Dana Desa untuk tahun 2025 melalui Peraturan Menteri Desa PDT Nomor 2 Tahun 2024. Kebijakan ini bertujuan mempercepat pembangunan di desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Fokus utama penggunaan Dana Desa tahun 2025 yakni
1. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa
Salah satu prioritas utama adalah alokasi maksimal sebesar 15% dari total Dana Desa untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Dana ini ditujukan untuk membantu masyarakat miskin ekstrem yang masih membutuhkan bantuan ekonomi, sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
2. Ketahanan Pangan
Dana Desa juga dialokasikan paling rendah sebesar 20% untuk mendukung program ketahanan pangan di desa. Program ini meliputi kegiatan yang berorientasi pada peningkatan produksi pangan lokal, pengolahan hasil pertanian, dan pendistribusian bahan pangan yang mendukung kemandirian desa.
3. Dana Operasional Pemerintah Desa
Sebanyak 3% dari total Dana Desa dialokasikan untuk operasional pemerintahan desa. Alokasi ini mencakup kegiatan administratif dan operasional lainnya yang menunjang pelayanan publik serta pengelolaan desa yang efektif dan efisien.
4. Pengembangan Potensi Desa dan Program Prioritas Lainnya
Dana Desa juga digunakan untuk mendukung berbagai program berikut:
– Peningkatan Desa yang Adaptif terhadap Perubahan Iklim
Dana digunakan untuk memperkuat desa dalam menghadapi perubahan iklim, seperti pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan pengendalian bencana.
– Promosi dan Layanan Kesehatan Dasar di Desa
Fokus pada penurunan angka stunting serta peningkatan akses layanan kesehatan untuk masyarakat desa.
– Pembangunan Berbasis Padat Karya Tunai
Program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja melalui pembangunan infrastruktur desa yang memanfaatkan bahan baku lokal.
– Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Desa Digital
Percepatan implementasi teknologi digital di desa diarahkan untuk meningkatkan pelayanan publik, mendukung UMKM, dan memperluas akses informasi bagi masyarakat.
5. Sektor Prioritas Lainnya
Dana Desa juga dapat digunakan untuk mendanai sektor-sektor prioritas lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa, seperti pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pengelolaan lingkungan.
baca juga:
- Meski Sudah Dicopot Jadi Sekda Busel Oleh Ridwan Badallah, La Ode Budiman Tetap Pimpin Apel Pagi Sebagai Sekda, DPRD Duga Pelantikan Birokrasi Termasuk Plh Sekda Jaudin Tak Prosedural
- DPRD Busel Duga Pelantikan Birokrasi Yang Dilakukan Ridwan Badallah Tak Prosedural, Sekda Ada Dua
Dengan adanya prioritas ini, diharapkan Dana Desa 2025 dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membangun desa yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan kemandirian desa. Pemerintah desa diharapkan dapat melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan agar Dana Desa tepat sasaran dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat desa.(*)
Baca juga berita lainnya:
BATAUGA, BP–Penambalan jalan poros Siompu di Desa Tongali dan Lapara oleh warga setempat menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Bagaimana tidak, warga bergotong royong menyumbang duit untuk membeli sekitar delapan ton aspal. “Warga Siompu Gotong Royong Beli Delapan Ton Aspal Untuk Tambal Jalan Rusak, Tamparan Untuk Pemda Busel,”
Peristiwa itu terjadi beberapa hari terakhir ini. Sejumlah vidio warga yang melakukan perbaikan jalan secara gotong royong viral di media sosial.

Anggota Koramil 1413/07 Batauga, Sertu Ahmad Taufik yang ikut melaksankan gotong royong mengaku, warga secara gotong royong menambal sendiri jalanannya yang rusak di daerah itu.
Sertu Ahmad menyebut, penambalan jalan rusak itu sudah yang keempat kalinya selama 2 tahun terakhir. Jika sebelumnya penambalan dilakukan menggunakan semen, maka kali ini menggunakan aspal.
“Aspal ini dibeli dari hasil swadaya atau urunan masyarakat Siompu. Aspal yang dibeli sebenyak 8 ton. Dari 8 ton aspal tersebut, masyarakat berhasil menambal jalan poros Siompu sejauh 1 kilometer (Km) lebih,” rilis yang dikirim ke media.
Fakta lapangan jalan poros Siompu dibeberapa titik sangat parah kerusakannya, terutama di titik pendakian yang terjal. Parahnya pengguna jalan kadang harus berhenti untuk menunggu pengendara lain untuk lewat karena keadaan jalan dipendakian sangat parah. Bahkan sudah beberapa kali pengendara baik kendaraan roda dua ataupun roda empat mengalami kecelakaan.
Inilah yang membuat warga bergotong royong secepatnya melakukan perbaikan tanpa menunggu perhatian dari pemerintah daerah.
Baca juga:
- Gempar Sultra Unjukrasa Desak Pj Bupati Busel Mundur Atas Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Pada…
- Ridwan Badallah Siap Wujudkan Makan Siang Gratis Untuk Anak Sekolah, Lansia dan Ibu Hamil di Busel Tiap Jumat
Jalan merupakan infrastruktur dasar yang sangat dibutuhkan di masyarakat selain air bersih. Bukan hanya menjadi penghubung, juga sebagai mobilitas barang dan jasa serta akses ke layanan penting seperti pendidikan dan kesehatan.
Sebelumnya juga sejumlah warga di Desa Burangasi, Kecamatan Lapandewa melakukan kerja bakti padamu negeri menambal jalan secara swadaya masyarakat. Jalan yang menghubungkan Kabupaten Busel dengan Kabupaten Buton ditambal oleh warga secara gotong royong.
Jalan itu juga menjadi akses mobilisasi ekonomi pertanian dan perkebunan masyarakat setempat.(*)

