Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur
BAUBAU, DT-Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menyiapkan 8 sekolah untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dilaksanakan pada 3 Februari 2025 mendatang. 8 sekolah tersebut berada di Kecamatan Murhum untuk tahap pertama, dan pada tahap berikutnya akan menyasar sekolah-sekolah lainnya di Kecamatan yang berbeda, sambil terus melakukan evaluasi untuk kesuksesan program ini. “Pemkot Baubau Siapkan Delapan Sekolah Untuk Makan Bergizi Gratis, Persiapkan Dapur Hygienis hingga Beri Pelatihan Karyawan Dapur,”

Hal ini diungkapkan Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Daru Salam, S.Sos, M.Si dalam keterangan persnya usai rapat koordinasi dengan seluruh OPD di aula rapat kantor Wali Kota Baubau Palagimata Kamis (23/1/2025).
Menurut La Ode Darus Salam, program MBG tingkat Kota Baubau akan dilaksanakan secara bertahap . Pihaknya berharap program MBG ini dapat disukseskan oleh semua sekolah-sekolah yang ada di Kota Baubau, sementara 8 sekolah untuk tahap pertama oleh masyarakat, Guru dan Kepala sekolah memahami kebijakan ini dari pusat.
”Ini rapat permulaan nanti rapat selanjutnya tanggal 30 Januari 2025 terkait kesiapan Kota Baubau untuk MBG dan akan dipimpin langsung Wali Kota mengenai kesiapan 8 sekolah yang ada di Kecamatan Murhum,”ujarnya.
Ditambahkan, MBG bukan program uji coba tetapi program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia menyongsong Indonesia emas 2025 yang dicanangkan oleh Presiden H. Prabowo Subianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau dr.Lukman, SP.PD mengemukakan tahapan ini merupakan tahapan pertama dengan mengalokasikan MBG kepada siswa tingkat SD/MI , SMP/MTS Plus MBG juga diberikan anak-anak,bayi dan ibu hamil.

Sedangkan sasaran kegiatan ini menyasar semua sekolah dengan jumlah kurang lebih 3.500 orang. Terdiri dari peserta didik, balita dan Ibu hamil dan menyusui. 90% peserta didik 10% balita, ibu hamil dan menyusui. Diharapkan semua memahami karena ini dilaksanakan bertahap dan 2-3 minggu kedepan ada dapur baru yang dibuat agar semua sasaran terpenuhi. “Kita koordinasikan dengan Dinas Dikbud untuk teknis pelaksanaannya, ancang-ancangnya dilaksanakan pada tanggal 3 Februari 2025,”tutupnya.(*)
Kolaborasi Semua Sektor Sukseskan MBG di Baubau
Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat peresmian dapur sekolah Makan Bergizi Gratis (MBG) Murhum dan Sorawolio di SMAN 2 Baubau Senin (17/2/2025) mengatakan, program MBG di Kota Baubau merupakan program yang banyak hal-hal tentu mendapatkan pelajaran pada setiap tahapan. Karena itu, supaya matang diperlukan ada semacam gladi atau kuis untuk pelaksana termaksud membahas hal-hal yang memungkinkan untuk keberlanjutannya.

Menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, kalau melaksanakan MBG diawal mungkin sudah bisa matang dan siap tapi menjamin keberlanjutan itu dari sisi logistik harus betul-betul diketahui neracanya artinya kalau butuh kalori dan beras dan lainnya itu dari mana diambil dan berapa jumlahnya dan kapan karena ini akan intensif tidak mungkin dipenuhi semua dari Kota Baubau. Tentunya akan ada import atau memasukkan dari wilayah lain sementara wilayah lain juga melaksanakan program MBG. Sehingga itulah hal yang krusial dalam pandangan Pemkot Baubau bersama dengan satuan pelaksana dan dapur untuk segera diidentifikasi detail mungkin kebutuhan-kebutuhan untuk 2-3 bulan kedepan itu diambil dari mana dan berapa jumlahnya.
Kemudian, dalam pelaksanaan MBG yang dikarenakan massal sifatnya maka keterlibatan Balai Pengawasan Obat Makanan itu sangat penting. Karena sekali ada kekeliruan dalam kegiatan makanan atau minuman atau ada masalah higienisnya itu massal sifatnya dan itu tentu ada efeknya kemana-mana. Sehingga itu juga melalui Dinas Kesehatan untuk terus mengawal dari tahap pertama sampai pada penyaluran sampai pada setelah makan yang progresnya lebih kepada keamanan pangan.
Oleh sebab itu, kolaborasi semua sektor menjadi sangat penting dalam program MBG di Kota Baubau karena tidak mungkin hanya SMA saja yang mengatur anak-anaknya. Namun diperlukan juga orang dapur untuk mengatur persiapan makanan dan orang-orang administrasi dalam mempersiapkan pertanggungjawaban.
“Hal-hal yang sifatnya seperti ini kita bekerja bersama-sama dan tentu saya kira hal ini juga sudah diinisiasi oleh satuan pelaksana membuat Whatshap Group dimana saya sebagai Pj Wali Kota ada. Jadi saya memantau diskusi-diskusi yang ada dan memberikan langsung intervensi atau saran. Saya kira itu langkah-langkah strategis yang penting dan tiga hal itu menurut saya itu sangat krusial dari sisi logistik untuk keberlanjutan dari sisi kesiapan dan keamanan pangannya dari sisi semua orang terlibat dan belum pernah melaksanakan yang seperti ini. Jadi ini menjadi pembelajaran dan harus bagus saya kira dengan dua dapur yang ada jika ada kekurangan segera kita benahi,”ungkapnya.
Pj Wali Kota Baubau memberikan apresiasi bahwa SMA telah melaksanakan program MBG yang tentunya telah disiapkan lebih awal oleh satuan pelaksana pengelola dapur yang sudah hadir di Kota Baubau dan dua dapur yang sudah siap itu adalah di Sorawolio dan di Murhum Wajo yang sesuai target rencana 31.000 dan sudah hampir habis dan itu langsung dilaksanakan.(*)
Pastikan Penyaluran MBG Higiene Sanitasi, Karyawan Dapur Diberi Pelatihan
Guna memastikan program penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) sanitasi dan higiene di Kota Baubau, maka karyawan dapur MBG diberi pelatihan yang dilaksanakan di aula gedung arasalana Selasa (4/2/2025).
Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat membuka pelatihan food handler dan higiene sanitasi kepada karyawan dapur MBG mengharapkan agar memperhatikan baik-baik pada saat pelatihan karena karyawan dapur MBG merupakan ujung tombak didepan sebelum masuk pada tahap selanjutnya.
Karena itu, apapun yang disampaikan melalui pelatihan apabila tidak jelas langsung saja ditanyakan.Pasalnya, setelah keluar dari pelatihan sudah tercatat namanya dan dianggap sudah mengetahui. Selain itu, juga apabila terjadi kelalaian akan ditelusuri sampai kedalam sehingga sangat diharapkan kerja sama semuanya.

”Yang masak dan yang akan menyalurkan makanan itu, itu tahapan yang benar-benar sanitasi yang higiene. Kita tidak mau lihat nanti setelah makan kita dapati, mungkin satu dua kali makan belum misalnya hanya kodisi tubuh yang rentang yang akan langsung terdampak reaksi tubuhnya akan tetapi misalnya tahan pada titik tertentu mungkin tiga atau empat bulan baru kelihatan dan itu akan sulit kita tangani dan kita pastikan dari Dinas Kesehatan yang akan sibuk dan itu dari mana dari makanan,”ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini berkeinginan program MBG di Kota Baubau berlangsung sukses demi untuk mempersiapkan gemerasi ke depan. Oleh sebab itu, haruslah benar-benar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya dengan dimulai dari orang-orang yang mempersiapkan makanan yakni karyawan dapur MBG.
Terkait dengan program MBG, Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi mengungkapkan, pada Jumat lalu telah melaksanakan rapat bersama dengan Kementrian Kelautan yang kebetulan dipusat itu pihaknya berada di Menkopangan sehingga juga mengkoordinasikan hal ini. Akan tetapi, tugas utama adalah untuk mempersiapkan pangan yang berasal dari laut yang tidak hanya ikan akan tetapi termaksud garam.(*)
Peserta Pengolah Bahan MBG Lakukan Pemeriksaan Medical Chek Up
BAUBAU, BP-Sebanyak 47 orang pengolah bahan Makan Begizi Gratis (MBG) untuk petugas dapur murhum melakukan pemeriksaan medical Chek Up di Puskesmas Wajo Kamis (23/1/2025).
Kepala UPTD Puskesmas Wajo Arni Maruju, AMG.,SKM dalam keterangan persnya mengatakan,untuk pemeriksaan kesehatan peserta pengolah bahan MBG ini dijadwalkan dua hari untuk pelaksanaannya yakni Kamis dan Jumat. Kemudian yang diperiksa itu terdiri dari medical check up umumnya, kemudian ada TCM TB-nya, kemudian juga ada hepatitis-nya, kemudian juga ada PTM-nya dan ini semua gratis.

”Jadi untuk selanjutnya, ini pemeriksaannya kan hari ini, kemudian sisanya nanti dilanjutkan besok hari Jumat. Kami tidak bisa melakukan pemeriksaan sekaligus 47 orang, dikarenakan ada satu pemeriksaan namanya TCM TB itu, satu pasien itu memakan waktu satu setengah jam untuk mendapatkan hasil laboratoriumnya. Makanya kita bagi dua hari, kalau misalnya ini mungkin bukan tanggal merah, malah kita menyisakan waktu sampai tiga hari mungkin, atau empat hari, tapi karena tanggal merah, jadi kita preskan dua hari ini, pelayanannya ya mudah-mudahan ya petugas tetap semangat semua untuk pemeriksaan kesehatannya ini,”ujarnya.
Arni Maruju mengakui, diadakannya pemeriksaan kesehatan ini memang merupakan SOP yang sudah ditetapkan dari Badan Gizi Nasional dimana para pengolah ataupun penjama, pangan MBG harus betul-betul sehat.
”Mereka tidak boleh tidak sehat karena ini mereka yang bertugas untuk mengolah makanan anak-anak kita kan di sekolah. Jadi ya betul-betul memang mereka harus diperiksa secara selektif agar kita pastikan layak untuk menjadi tenaga pengolah pangan, MBG ini. Itu sebenarnya intinya karena program ini kan seterusnya ini jadi ya ditargetkan kalau di sekolahkan Senin sampai dengan hari Jumat itu mereka mendapatkan makan siang bergizi gratis ini,”ungkapnya.

Arni Maruju juga memastikan petugas-petugas yang memasak, yang mengolah makanan ini semua harus sehat semuanya mulai dari cleaning service-nya, cuci piring-nya, yang mengepel, kemudian mengolah masakannya langsung, yang mendistribusikannya, yang mempersiapkannya, itu semua harus harus betul-betul sehat petugasnya supaya juga masyarakat merasa aman , nyaman juga anaknya ini ternyata diberikan makanan yang betul-betul memang mulai apa secara selektif semua mulai dari tahap persiapan sampai tahap pendistribusian sampai dimakan itu selektif betul sesuai SOP. Sehingga mereka tidak ragu di masyarakat makanan yang disajikan ini adalah makanan sudah ada ahli gizinya karena ada Badan Gizi Nasional.
Arni Maruju berharap program nasional ini sukses dan gizi masyarakat Indonesia semakin bagus khususnya di Kota Baubau terutama di Kecamatan Murhum saat ini lokusnya. Sehingga tidak ada lagi stunting untuk seluruh Indonesia termasuk Kota Baubau. Dan di tahun 2045 itu betul-betul memang generasi emas sudah yang tercipta untuk Indonesia ini.(*)
Siapkan Satu Dapur Umum, Dinkes Rakor Pemberian MBG
BAUBAU, DT-Sebagai langkah awal persiapan pemberian Makan Bergzi Gratis (MBG) di Kota Baubau maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) konsolidasi awal yang melibatkan Dinkes Baubau, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), pihak ketiga sebagai pengelola makanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Loka POM Baubau, dan perwakilan Puskesmas di ruang kerja Kadis Kesehatan Baubau. Selasa, (21/1/2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Lukman, Sp.PD dalam keterangan persnya mengungkapkan, Pemberian Makan Begizi Gratis (MBG) di Kota Baubau akan dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal, rencananya akan dimulai pada 3 Februari 2025 dengan mengaktifkan satu dapur umum yang berlokasi di Kecamatan Murhum.
Menurut dr Lukman, pada tahap awal target sasaran pemberian MBG menyasar 3.500 orang. Terbagi untuk sasaran di dalam sekolah dan di luar sekolah. Porsi pembagiannya 90 banding 10, 90 persen untuk anak-anak sekolah. Sementara 10 persennya adalah balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Estimasinya dari target sasaran 3.231 orang pelajar, kemudian 269 lainnya adalah balita, ibu hamil dan ibu menyusui.
Sedangkan untuk rasio jangkauan penerima MBG dari dapur umum dibatasi sekira 5 Km. Hal ini berdasarkan hitung-hitungan dari para ahli terkait rentan distribusi.
baca juga:
- Pj Wali Kota Dr H Mu Rasman Manafi Evaluasi Pemanfaatan Aset
- Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi:Wisata Baubau Akan Dikelola Lebih Baik
”Yang harus dipahami oleh masyarakat bahwa MBG akan dilakukan secara bertahap, jadi yang lain jangan berkecil hati dulu. Karena sesuai pemetaan ini bertahap kita lakukan, dimulai dengan satu SMA, SMP, SD dan TK,”ujarnya.
Ditambahkan, setelah pemberian MBG tahap awal dilaksanakan, diperkirakan tiga atau empat minggu setelahnya kemudian akan ditambah lagi dapur umum untuk menjangkau lebih banyak sekolah dan masyarakat sebagai target sasaran program MBG.(*)
baca berita lainnya:
Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton
BAUBAU, DT-Pj Wali Kota Baubau Dr. H. Muh. Rasman Manafi, SP.,M.Si saat meresmikan gedung UPTD Instalasi Farmasi dan PSC 119 Kota Baubau Sabtu (15/2/2025) mengatakan, untuk pembangunan kesehatan dimana ada dua hal yang memang harus menjadi perhatian yakni pertama sarana prasarananya. “Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton,”

Pasalnya, Baubau ini merupakan rujukan di wilayah Sulawesi Tenggara Kepulauan Buton (Kepton) dan semua tahu bahwa apabila sakit, dan orang-orang dengan penghasilan menengah keatas jika di Baubau tidak bisa terlayani sehingga harus ke daerah lain seperti ke Kendari atau ke Makassar. Jadi bagaimana memerankan Baubau agar setidaknya orang berobat tidak lagi harus ke Kendari atau ke Makassar.
Oleh karena itu, minimal standar di Kota Baubau yang harus dimiliki untuk sarana prasarana itu harus mirip-mirip dengan Kendari atau Makassar kalau hendak berbicara persoalan layanan. Karena itu, terobosan untuk sarana prasarana harus dilakukan. Sedangkan yang menjadi perhatian kedua adalah sumber daya manusia yang harus di tata dengan baik.
Saat ini menurut orang nomor satu di Kota Baubau, sarana prasarana yang di Kota Baubau seperti PSC 119 dan instalasi farmasi bukan hanya berpikir untuk Baubau saja karena Baubau ini bisa hidup, bisa berkembang dan sejahtera masyarakatnya kalau model pengelolaannya itu memikirkan wilayah sekitarnya. Sehingga instalasi farmasi ini hanya ada satu di Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) selain di Provinsi Sultra dan hal seperti ini yang diharapkan begitu juga tenaga kesehatan harus berfikir seperti itu.
Dr H Muh Rasman Manafi, sangat berharap Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan untuk terus melakukan identifikasi hal-hal strategis disektor kesehatan ini agar tidak hanya sekedar membangun Kota Baubau akan tetapi sudah membangun sebuah kawasan. Sebab, Kota Baubau akan maju sejahtera masyarakatnya kalau rancangan pembangunan itu berbasis kawasan.
Selain itu juga, apa yang sudah dibangun dan apa yang telah dikelola agar terus dioptimalkan dan terus ditingkatkan seperti jalannya, penerangannya, tamannya dan tempat parkir di buatkan sehingga kelasnya itu kelas layanan Provinsi dan bila perlu layanannya sudah metropolitan.(*)
Pemkot Baubau Resmi Launching PKG HUT
Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si mewakili Pj Wali Kota Baubau resmi melaunching Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun (HUT) yang dilaksanakan di Puskesmas Betoambari Jumat (14/2/2025).
Dalam keterangan persnya, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad mengatakan, PKG HUT merupakan bagian juga dari pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, atau juga meningkatkan kualitas derajat pelayanan kesehatan terhadap seluruh lapisan masyarakat. Kemudian juga tanda dimulainya program PKG HUT di Baubau.

Menurut La Ode Aswad, dengan di launchingnya program PKG HUT menunjukkan komitmen Pemkot Baubau dalam mendukung program tersebut dan wujud dukungan tersebut Puskesmas Betoambari merupakan titik star awal dan akan dilakukan secara bersamaan di seluruh puskesmas yang ada di Kota Baubau.
Dikatakan, yang perlu diketahui bahwa yang penting adalah dibangun komitmen dalam menyamakan persepsi tentang pemeriksaan kesehatan gratis itu yang mana. Sehingga diperlukan keselarasan yang sama di 17 Puskesmas yang ada di Kota Baubau. Hal ini sangat penting, agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda, kenapa di Puskesmas Betoambari dan Puskesmas lainnya berbeda dalam menangani proses pemeriksaan kesehatan gratis padahal komponen yang sama.
Oleh karena itu, pihaknya hanya ingin menyampaikan kisi-kisi dalam bentuk mitigasi yang menimbulkan kebingungan dan kegaduhan dalam masyarakat. Karena itu, semua adalah tugas dan tantangan semua bahwa standar pemeriksaan kesehatan gratis ini berlaku sama untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Baubau.
“Karena biasanya sudah ada normanya, sudah jelas, tetapi masih ada praktek-praktek yang kurang baik. Dan itu dapat mencederai dan mengganggu kinerja kita semua, sehingga kami berharap di Dinkes dan 17 fasilitas kesehatan harus sama semua standar operasional prosedur pemeriksaannya. Serta semua masyarakat harus disampaikan bahwa pemeriksaan ini gratis tanpa memilih siapapun,”katanya.
Pj Sekda Kota Baubau menyarankan kepada Dinkes Baubau perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan berkoborasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat mengenai program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.(*)
Kunjungi RSUD Baubau, Pj Wali Kota Baubau Lakukan Evaluasi
Pada Jumat (31/1-2025), Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si melakukan kunjungan di RSUD Kota Baubau. Kunjungan ini sekaligus merespon beberapa keluhan yang selalu dikeluhkan yang dilaporkan kepadanya. Karena itu, perlu adanya kesadaran untuk memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan termasuk memastikan tenaga kesehatan harus bekerja secara optimal di RSUD Baubau.
Ada beberapa hal yang disampaikan orang nomor satu di Kota Baubau ini dalam kunjungannya tersebut yakni pertama soal keluhan persoalan air sebab kalau masalah air dari pihak PDAM Baubau sudah menjelaskan bahwa mengenai air, bukan hanya RUD Baubau yang mengalami kesulitan air, akan tetapi semua zona satu mengalami masalah juga.

Selain itu, untuk masalah kepegawaian, sudah ada dua dokter yang melakukan praktek di jam yang sama tetapi melakukan praktek di kabupaten lain. ”Untuk penanganan masalah ini tolong di update dan dilaporkan ke saya, jika nanti saya menurunkan pemeriksaan secara eksternal atau pemeriksaan profesi, maka kita satu bahasa jangan mengatakan aman-aman saja, tetapi laporan tersebut tidak benar. Maka yang melaporkan masalah tersebut saya akan periksa juga. Kenapa saya melakukan ini?, karena ini demi pelayanan kita bukan hanya sekedar di Kota Baubau bahkan layanan Rumah sakit kita ini sudah keluar dari wilayah terotori kita,”ujarnya.
Sementara terkait kebersihan lingkungan dan ketertiban di RSUD Baubau, hal-hal yang memungkinkan dan bersifat terganggunya pelayanan harus dengan standar operasional dan itu harus ada langkahnya. Yakni siapa saja yang bertanggung jawab mengenai satu masalah makan masalahnya harus diselesaikan dan jangan dilimpahkan kepada orang lain. Dan semua itu harus sesuai dengan standar operasional.
Mengenai ketertiban keluarga-keluarga pasien yang menjenguk yang tidak mempunyai rumah dan harus bermalam di RSUD . Bagaimana penanganannya maka itu harus di-update dan itu juga merupakan keluhan. Meskipun diiakui memang tidak maksimal dalam memberikan layanan akan tetapi harus berubah dari waktu-waktu. Jadi harus meningkatkan kinerja karena hak dan kewajiban harus seimbang. Haknya diperjuangkan, dan kewajiban pelayanan harus sesuai standar pelayanan yang baik.
Dr H Muh Rasman menegaskan, setelah pertemuan semua harus bergerak dan kalau ada yang perlu dikomunikasikan dengan pimpinan , maka jangan komunikasikan dijalur yang tidak benar, misalnya berkomunikasi di Facebook, di Tik tok, buat status WhatsApp, itu bukan jalurnya.
Jalurnya itu laporkan di organisasi atau atasan langsungnya dan kalau sudah melapor di atasan langsungnya, juga tidak mendapatkan respon yang baik , maka naikkan level laporannya. Karena bentuk laporan itu ada dua, yaitu laporan secara lisan dan secara tertulis.(*)
Dinkes Baubau Awali 2025 Dengan Evaluasi
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mengawali tahun 2025 dengan evaluasi kinerja pelaporan tahunan anggaran 2024 yang dilaksanakan di aula kantor Bappeda Kota Baubau Jumat (03/01/2024).
Penjabat Walikota Baubau Dr.H.Rasman Manafi diwakili Penjabat Sekda La Ode Aswad, S.Sos,M.Si memberikan apresiasi karena evaluasi ini dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan sehingga begitu mulai tahun 2025 beberapa kekurangan, kelemahan apa yang sebaiknya diperbaiki sudah bisa diketahui walaupun mungkin DPA sudah siap jika memerlukan penyesuaian tentu berpedoman kepada ketentuan yang berlaku pada komponen mana saja yang bisa dilakukan atau dibuatkan penyesuaian.

”Makanya momentumnya ini di awal tahun dimulainya pekerjaan atau kegiatan tentu rapat koordinasi hari ini tentu masing-masing kita menyampaikan pertama kendala yang dihadapi kemudian jalan keluar yang ditambahkan. Kalau ada praktek baiknya, pengalaman baiknya di salah satu Puskesmas atau di lini tertentu bisa dibagi disini. Sekalian untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan kita begitu kemudian kita perbaiki,”ujarnya.
Ditambahkan, kalau berbicara evaluasi tentu bicara kritik menyampaikan kekurangan, kelemahan secara pribadi selama tidak menyangkut hal-hal yang rahasia secara kelembagaan masing-masing di wilayah kerja. Artinya kalau ada kritik meluncur, ada saran maka tidak usah alergi. Kalau menutupi kekurangan karena menjaga perasaan atau norma standar etika moral akan dijunjung tetapi untuk mengetahui kekurangan agar disampaikan di rapat evaluasi selama itu tidak menyangkut urusan pribadi menyangkut kinerja, layanan, sarana, serapan anggaran.
baca juga:
- Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi:Wisata Baubau Akan Dikelola Lebih Baik
- Festival Perairan Baubau 2023 Resmi Ditutup Pj Sekda Baubau Saido Bonsai, Kominfo Juara Parade Perahu Hias
Terkait pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Dinkes, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si mengakui jika sejak awal sudah menyampaikan kesehatan itu seluruhnya tinggal inovasi karena urusannya di 12 SPM ini sudah jelas bagaimana menyelesaikan masalah ibu hamil, balita, bagaimana soal gangguan jiwa, HIV, TBC, sudah ada di SPM. Ikuti tahapan SPM, Sehingga, jika fokus menyelesaikan SPM yang ada di Permenkes dengan sendirinya urusan kesehatan selesai.
Hanya saja, yang dibutuhkan sebenarnya adalah inovasinya di setiap bidang percepatan pemenuhan karena aturan SPM ini dari sabang sampai merauke sama mengacu pada Permenkes yang sama. Termasuk inovasi pendanaan bagaimana melimpahkan CSR, melimpahkan permenkes supaya kinerja dinkes setiap tahun ada peningkatan.(*)

