LIPSUS

Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton

BAUBAU, DT-Pj Wali Kota Baubau Dr. H. Muh. Rasman Manafi, SP.,M.Si saat meresmikan gedung UPTD Instalasi Farmasi dan PSC 119 Kota Baubau Sabtu (15/2/2025) mengatakan, untuk pembangunan kesehatan dimana ada dua hal yang memang harus menjadi perhatian yakni pertama sarana prasarananya. “Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton,”

Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton
Dr H Muh Rasman Bangun Sarana Prasarana Kesehatan Untuk Kawasan Kepulauan Buton

Pasalnya, Baubau ini merupakan rujukan di wilayah Sulawesi Tenggara Kepulauan Buton (Kepton) dan semua tahu bahwa apabila sakit, dan orang-orang dengan penghasilan menengah keatas jika di Baubau tidak bisa terlayani sehingga harus ke daerah lain seperti ke Kendari atau ke Makassar. Jadi bagaimana memerankan Baubau agar setidaknya orang berobat tidak lagi harus ke Kendari atau ke Makassar.
Oleh karena itu, minimal standar di Kota Baubau yang harus dimiliki untuk sarana prasarana itu harus mirip-mirip dengan Kendari atau Makassar kalau hendak berbicara persoalan layanan. Karena itu, terobosan untuk sarana prasarana harus dilakukan. Sedangkan yang menjadi perhatian kedua adalah sumber daya manusia yang harus di tata dengan baik.
Saat ini menurut orang nomor satu di Kota Baubau, sarana prasarana yang di Kota Baubau seperti PSC 119 dan instalasi farmasi bukan hanya berpikir untuk Baubau saja karena Baubau ini bisa hidup, bisa berkembang dan sejahtera masyarakatnya kalau model pengelolaannya itu memikirkan wilayah sekitarnya. Sehingga instalasi farmasi ini hanya ada satu di Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) selain di Provinsi Sultra dan hal seperti ini yang diharapkan begitu juga tenaga kesehatan harus berfikir seperti itu.
Dr H Muh Rasman Manafi, sangat berharap Sekda dan Kepala Dinas Kesehatan untuk terus melakukan identifikasi hal-hal strategis disektor kesehatan ini agar tidak hanya sekedar membangun Kota Baubau akan tetapi sudah membangun sebuah kawasan. Sebab, Kota Baubau akan maju sejahtera masyarakatnya kalau rancangan pembangunan itu berbasis kawasan.
Selain itu juga, apa yang sudah dibangun dan apa yang telah dikelola agar terus dioptimalkan dan terus ditingkatkan seperti jalannya, penerangannya, tamannya dan tempat parkir di buatkan sehingga kelasnya itu kelas layanan Provinsi dan bila perlu layanannya sudah metropolitan.(*)

Pemkot Baubau Resmi Launching PKG HUT

Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si mewakili Pj Wali Kota Baubau resmi melaunching Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Hari Ulang Tahun (HUT) yang dilaksanakan di Puskesmas Betoambari Jumat (14/2/2025).
Dalam keterangan persnya, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad mengatakan, PKG HUT merupakan bagian juga dari pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, atau juga meningkatkan kualitas derajat pelayanan kesehatan terhadap seluruh lapisan masyarakat. Kemudian juga tanda dimulainya program PKG HUT di Baubau.

f05.2B
Menurut La Ode Aswad, dengan di launchingnya program PKG HUT menunjukkan komitmen Pemkot Baubau dalam mendukung program tersebut dan wujud dukungan tersebut Puskesmas Betoambari merupakan titik star awal dan akan dilakukan secara bersamaan di seluruh puskesmas yang ada di Kota Baubau.
Dikatakan, yang perlu diketahui bahwa yang penting adalah dibangun komitmen dalam menyamakan persepsi tentang pemeriksaan kesehatan gratis itu yang mana. Sehingga diperlukan keselarasan yang sama di 17 Puskesmas yang ada di Kota Baubau. Hal ini sangat penting, agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda, kenapa di Puskesmas Betoambari dan Puskesmas lainnya berbeda dalam menangani proses pemeriksaan kesehatan gratis padahal komponen yang sama.
Oleh karena itu, pihaknya hanya ingin menyampaikan kisi-kisi dalam bentuk mitigasi yang menimbulkan kebingungan dan kegaduhan dalam masyarakat. Karena itu, semua adalah tugas dan tantangan semua bahwa standar pemeriksaan kesehatan gratis ini berlaku sama untuk seluruh lapisan masyarakat Kota Baubau.
“Karena biasanya sudah ada normanya, sudah jelas, tetapi masih ada praktek-praktek yang kurang baik. Dan itu dapat mencederai dan mengganggu kinerja kita semua, sehingga kami berharap di Dinkes dan 17 fasilitas kesehatan harus sama semua standar operasional prosedur pemeriksaannya. Serta semua masyarakat harus disampaikan bahwa pemeriksaan ini gratis tanpa memilih siapapun,”katanya.
Pj Sekda Kota Baubau menyarankan kepada Dinkes Baubau perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan berkoborasi dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk membantu menyampaikan kepada masyarakat mengenai program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.(*)

Kunjungi RSUD Baubau, Pj Wali Kota Baubau Lakukan Evaluasi

Pada Jumat (31/1-2025), Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si melakukan kunjungan di RSUD Kota Baubau. Kunjungan ini sekaligus merespon beberapa keluhan yang selalu dikeluhkan yang dilaporkan kepadanya. Karena itu, perlu adanya kesadaran untuk memperbaiki diri dalam memberikan pelayanan yang baik untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan termasuk memastikan tenaga kesehatan harus bekerja secara optimal di RSUD Baubau.
Ada beberapa hal yang disampaikan orang nomor satu di Kota Baubau ini dalam kunjungannya tersebut yakni pertama soal keluhan persoalan air sebab kalau masalah air dari pihak PDAM Baubau sudah menjelaskan bahwa mengenai air, bukan hanya RUD Baubau yang mengalami kesulitan air, akan tetapi semua zona satu mengalami masalah juga.

f05.3
Selain itu, untuk masalah kepegawaian, sudah ada dua dokter yang melakukan praktek di jam yang sama tetapi melakukan praktek di kabupaten lain. ”Untuk penanganan masalah ini tolong di update dan dilaporkan ke saya, jika nanti saya menurunkan pemeriksaan secara eksternal atau pemeriksaan profesi, maka kita satu bahasa jangan mengatakan aman-aman saja, tetapi laporan tersebut tidak benar. Maka yang melaporkan masalah tersebut saya akan periksa juga. Kenapa saya melakukan ini?, karena ini demi pelayanan kita bukan hanya sekedar di Kota Baubau bahkan layanan Rumah sakit kita ini sudah keluar dari wilayah terotori kita,”ujarnya.
Sementara terkait kebersihan lingkungan dan ketertiban di RSUD Baubau, hal-hal yang memungkinkan dan bersifat terganggunya pelayanan harus dengan standar operasional dan itu harus ada langkahnya. Yakni siapa saja yang bertanggung jawab mengenai satu masalah makan masalahnya harus diselesaikan dan jangan dilimpahkan kepada orang lain. Dan semua itu harus sesuai dengan standar operasional.
Mengenai ketertiban keluarga-keluarga pasien yang menjenguk yang tidak mempunyai rumah dan harus bermalam di RSUD . Bagaimana penanganannya maka itu harus di-update dan itu juga merupakan keluhan. Meskipun diiakui memang tidak maksimal dalam memberikan layanan akan tetapi harus berubah dari waktu-waktu. Jadi harus meningkatkan kinerja karena hak dan kewajiban harus seimbang. Haknya diperjuangkan, dan kewajiban pelayanan harus sesuai standar pelayanan yang baik.
Dr H Muh Rasman menegaskan, setelah pertemuan semua harus bergerak dan kalau ada yang perlu dikomunikasikan dengan pimpinan , maka jangan komunikasikan dijalur yang tidak benar, misalnya berkomunikasi di Facebook, di Tik tok, buat status WhatsApp, itu bukan jalurnya.
Jalurnya itu laporkan di organisasi atau atasan langsungnya dan kalau sudah melapor di atasan langsungnya, juga tidak mendapatkan respon yang baik , maka naikkan level laporannya. Karena bentuk laporan itu ada dua, yaitu laporan secara lisan dan secara tertulis.(*)

Dinkes Baubau Awali 2025 Dengan Evaluasi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau mengawali tahun 2025 dengan evaluasi kinerja pelaporan tahunan anggaran 2024 yang dilaksanakan di aula kantor Bappeda Kota Baubau Jumat (03/01/2024).
Penjabat Walikota Baubau Dr.H.Rasman Manafi diwakili Penjabat Sekda La Ode Aswad, S.Sos,M.Si memberikan apresiasi karena evaluasi ini dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan sehingga begitu mulai tahun 2025 beberapa kekurangan, kelemahan apa yang sebaiknya diperbaiki sudah bisa diketahui walaupun mungkin DPA sudah siap jika memerlukan penyesuaian tentu berpedoman kepada ketentuan yang berlaku pada komponen mana saja yang bisa dilakukan atau dibuatkan penyesuaian.

f06.5
”Makanya momentumnya ini di awal tahun dimulainya pekerjaan atau kegiatan tentu rapat koordinasi hari ini tentu masing-masing kita menyampaikan pertama kendala yang dihadapi kemudian jalan keluar yang ditambahkan. Kalau ada praktek baiknya, pengalaman baiknya di salah satu Puskesmas atau di lini tertentu bisa dibagi disini. Sekalian untuk mengetahui kekurangan dan kelemahan kita begitu kemudian kita perbaiki,”ujarnya.
Ditambahkan, kalau berbicara evaluasi tentu bicara kritik menyampaikan kekurangan, kelemahan secara pribadi selama tidak menyangkut hal-hal yang rahasia secara kelembagaan masing-masing di wilayah kerja. Artinya kalau ada kritik meluncur, ada saran maka tidak usah alergi. Kalau menutupi kekurangan karena menjaga perasaan atau norma standar etika moral akan dijunjung tetapi untuk mengetahui kekurangan agar disampaikan di rapat evaluasi selama itu tidak menyangkut urusan pribadi menyangkut kinerja, layanan, sarana, serapan anggaran.

baca juga:

Terkait pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Dinkes, Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si mengakui jika sejak awal sudah menyampaikan kesehatan itu seluruhnya tinggal inovasi karena urusannya di 12 SPM ini sudah jelas bagaimana menyelesaikan masalah ibu hamil, balita, bagaimana soal gangguan jiwa, HIV, TBC, sudah ada di SPM. Ikuti tahapan SPM, Sehingga, jika fokus menyelesaikan SPM yang ada di Permenkes dengan sendirinya urusan kesehatan selesai.
Hanya saja, yang dibutuhkan sebenarnya adalah inovasinya di setiap bidang percepatan pemenuhan karena aturan SPM ini dari sabang sampai merauke sama mengacu pada Permenkes yang sama. Termasuk inovasi pendanaan bagaimana melimpahkan CSR, melimpahkan permenkes supaya kinerja dinkes setiap tahun ada peningkatan.(*)

baca berita lainnya:

Peringati HKN ke 60, Pj Walikota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi: Gerak Bersama, Sehat Bersama

BAUBAU, BP-Memperingati Hari Kesehatan Nasional 2024 ke-60 tingkat Kota Baubau, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar upacara di kantor Dinas Kesehatan Kota Baubau pada Sabtu (7/12/2024) pagi. Bertindak sebagai inspektur upacara, Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si sekaligus membacakan sambutan Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin. “Peringati HKN ke 60, Pj Walikota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi: Gerak Bersama, Sehat Bersama.”
Dalam sambutannya, Menkes menyampaikan, keberhasilan Indonesia kembali masuk ke dalam kelompok upper middle-income country setelah terpuruk di era Covid-19, menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang. Namun, hal tersebut jangan sampai membuat lalai, namun terus menantang diri menjadi lebih baik.

F01
Peringati HKN ke 60, Pj Walikota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi: Gerak Bersama, Sehat Bersama

Pada periode bonus demografi yang tengah bangsa Indonesia hadapi terjadi hanya satu kali dalam peradaban sebuah negara. Peluang tersebut harus bisa dimanfaatkan sebagai momentum bagi Indonesia untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Untuk mencapai hal itu, mulai tahun 2025, pertumbuhan ekonomi harus berada di kisaran 6 hingga 7 persen secara berkelanjutan. Adapun target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2045 meliputi: pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0 persen dan ketimpangan berkurang, kepemimpinan dan pengaruh dunia internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia meningkat, dan intensitas gas rumah kaca (GRK) menurun menuju Net Zero Emissions (nol emisi GRK). Kesemuanya menjadi arah fokus bersama, bukan hanya bidang kesehatan tetapi juga sektor lain.

Peringati HKN ke 60, Pj Walikota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi: Gerak Bersama, Sehat Bersama
Peringati HKN ke 60, Pj Walikota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi: Gerak Bersama, Sehat Bersama

“Syarat utama kita bisa mencapai target di 2045, tepat 100 tahun usia bangsa kita, adalah manusia Indonesia yang sehat dan cerdas. Hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa kerja sama dari semua pemangku kepentingan. Karenanya, tema Hari Kesehatan Nasional ke-60 tahun 2024 yaitu ‘Gerak Bersama, Sehat Bersama’, mutlak harus menjadi semangat kita semua,” ujar Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi membacakan sambutan Menkes.
Ditambahkan, sebagai program prioritas Kabinet Merah Putih, Presiden Republik Indonesia memberi penekanan pada tiga area program kesehatan, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TB, dan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.
Pada kesempatan tersebut, Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba tingkat Puskesmas se Kota Baubau.(*)

 

Pj Wali Kota Baubau Minta Pengelolaan Posyandu Profesional

BAUBAU BP-Pasca terbitnya Permendagri 13 tahun 2024 tentang Posyandu, maka peran Posyandu sebagai subjek pembangunan lebih dipertegas lagi, dimana penyelenggaraan operasional posyandu harus mampu mengintegrasikan 6 layanan dasar wajib, yaitu layanan bidang kesehatan, pendidikan, PU, perumahan dan pemukiman, keamanan dan ketertiban umum serta perlindungan sosial. Ini menunjukkan peran strategis Posyandu menjadi bagian tak terpisahkan dari fungsi pemerintah dalam memberikan pelayanan publik, menjangkau hingga ke akar rumput.

Pj Wali Kota Baubau Minta Pengelolaan Posyandu Profesional
Pj Wali Kota Baubau Minta Pengelolaan Posyandu Profesional

Olehnya itu, pengelolaan Posyandu sudah harus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan prinsip pelayanan publik seperti: kesederhanaan, kemudahan akses, tanggung jawab, non-diskriminasi, keamanan dan kepastian waktu.
Demikian dikatakan Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si saat membuka workshop kader Posyandu menuju transformasi Posyandu di aula SMK 3 Baubau Jumat (15/11/2024).
Menurut Dr H Muh Rasman, dalam upaya transformasi peran dan fungsi Posyandu maka harus diinisiasi kembali 3 (tiga) pilar substansi posyandu yang meliputi, penyusunan rencana pengelolaan posyandu, penyusunan Renstra posyandu dan revitalisasi dan perubahan kelembagaan posyandu. Hal ini akan membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar, adaptasi dan peningkatan kapasitas kader harus dilakukan secara simultan dan terus menerus mengingat tantangan yang dihadapi makin beragam.
Stunting misalnya, Kader Posyandu diharapkan mampu memahami apa itu stunting, bagaimana Kader Posyandu berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan, imunisasi, dan gizi dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting. Kader Posyandu membantu dalam mendeteksi dini masalah kesehatan, melakukan penyuluhan, dan memberikan rujukan. Dan dalam waktu yang sama juga Kader Posyandu membantu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Ini tentu bukan tugas yang mudah.
”Salah satu poin penting untuk mencapai itu semua diperlukan peningkatan kapasitas kader posyandu, refreshing dan update informasi serta pengetahuan kader posyandu sebagai elemen penggerak utama kinerja posyandu sebagai mitra pemerintah, khususnya di level desa/kelurahan, seperti yang dilakukan hari ini,”katanya.
Dr H Muh Rasman Manafi menghargai dan berterima kasih kepada TP PKK Provinsi Sultra yang menunjukkan transformasi yang nyata. TP PKK Provinsi Sultra yang selama ini hanya turun ke daerah Kab/Kota untuk menilai berbagai lomba, tetapi kini sudah ikut turun tangan dalam upaya peningkatan kapasitas, pengetahuan dan skill TP PKK kab/ kota. Ini adalah sebuah kemajuan yang patut diapresiasi. Semoga kegiatan-kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai wujud nyata perhatian dan kontribusi nyata PKK dalam upaya mewujudkan Generasi Emasi Indonesia 2045. (*)

Menuju Kota Sehat 2025, Tantangan Sinergitas dan Kolaborasi
Menuju Kota Sehat 2025, Tantangan Sinergitas dan Kolaborasi

BAUBAU, BP-Dalam menyambut penilaian lomba kota sehat tahun 2025 mendatang, Pemkot Baubau menggelar FGD koordinasi pembinaan penyelenggaraan kota sehat tingkat Kota Baubau tahun 2024 yang dipimpin oleh Pj Sekda Kota Baubau La Ode Aswad, S.Sos, M.Si di aula PO5 Bappeda Selasa (12/11/2024). Menurut La Ode Aswad, pembinaan Kota Sehat bukanlah kegiatan yang baru dan pastilah punya catatan tentang Kota Sehat di 2023, apa yang belum sempurna di tahun 2023 diperbaiki di tahun 2024.
Menurut La Ode Aswad, Kota Sehat merupakan apresiasi dari pemerintah pusat dalam bentuk intensif fiskal dan itu yang dikejar. Karena salah satu parameter keberhasilan disamping kesehatan Kota Baubau yang betul-betul sehat dalam arti luas yang sesuai dengan parameter yang ditentukan itu juga ukurannya adalah mendapatkan insentif fiskal. Itu artinya bahwa rekayasa intervensi Pemkot Baubau yang berkaitan dengan kota sehat ini sudah sesuai kriteria yang ditentukan oleh pemerintah pusat.
La Ode Aswad mengakui tim dan panitia di forum kota sehat tentunya sudah memahami betul apa yang seharusnya dilakukan di 2024 kemudian mempersiapkan di 2025 sehingga menjadi berkelanjutan. Bahkan, kalau melihat indikator menuju kota sehat, Kota Baubau sebetulnya sudah mengerjakannya, di semua OPD banyak program yang mengarah ke indikator kota sehat.
Pj Sekda Kota Baubau berharap pada penganggaran di tahun 2025, Bappeda lebih menukik lagi sehingga dengan terselesaikannya program di OPD maka dengan sendirinya parameter kota sehat akan terjawab. Sinergitas dan kolaborasi di tahun 2025 antar OPD sangat dibutuhkan dan menjadi penting untuk dibangun untuk memenuhi semua tatanan di 2024 ini. Di 2025 fokus pemenuhan urusan kegiatan di OPD itu terpenuhi karena dengan memenuhi belanja urusan OPD maka dengan sendirinya kota sehat terjawab karena hampir semua tatanan kota sehat itu diampu oleh OPD-OPD terkait.
”Yang terpenting juga bahwa kota sehat ini sangat dibutuhkan adanya inovasi karena tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara konvensional,”ujarnya.(*)

Visited 8 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *