Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi:Wisata Baubau Akan Dikelola Lebih Baik
BAUBAU, DT-Saat peresmian Plaza Kuliner dan Dermaga Batu Sori sekaligus penandatanganan prasasti Jumat sore (31/1/2025), Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, SP, M.Si mengungkapkan pandangannya mengenai pengembangan wisata saat ini yang tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional pemerintah daerah dan APBD. Pasalnya, dihadapkan dengan berbagai masalah yang berbeda , sehingga harus memiliki loncatan berfikir untuk mengelola wisata menjadi lebih baik. “Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi:Wisata Baubau Akan Dikelola Lebih Baik,”

Menurut Pj Wali Kota Baubau Dr H Muh Rasman Manafi, dalam mengelola wisata Batusori harus berkolaborasi dengan pihak-pihak mitra. Karena itu, sudah seharusnya menyiapkan bahan untuk berkomunikasi dengan mitra yakni GAHAWISRI ( Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Mitra Indonesia). ”Dinas pariwisata untuk menyiapkan bahan yang dibutuhkan, dan nanti saya yang berkomunikasi dengan ketua umumnya , karena kebetulan saya kenal dekat dengan beliau,”ujarnya.
Ditambahkan, Pemkot Baubau harus percaya diri untuk melobi-lobi serta yakin dan harus berani untuk menawarkan wisata Batusori yang sudah siap.
Pada kesempatan tersebut orang nomor satu di Kota Baubau ini menghimbau kepada semua untuk bisa memanfaatkan moment memanfaatkan tempat wisata Batusori sebagai tempat pertemuan-pertemuan yang difasilitasi dan di inisiasi oleh Pemda. Termasuk juga bisa memajukan UMKM sehingga bisa berbelanja di wisata Batusori.
”Memang Pemda harus selalu didepan akan tetapi jangan dari Pemda terus yang bergerak dan memang harus bermitra,”ungkapnya.
Dr H Muh Rasman mengharapkan Dinas Pariwisata harus mempersiapkan diri untuk bermitra, kemudian perlu melibatkan konten kreator untuk memperkenalkan wisata Batusori yang ada di Kota Baubau. Dan Kedepannya nanti bisa mengelola sumber pendapatan daerah dan bermitra.
Kemudian, yang perlu mendapat perhatian kalau di wisata itu yakni jadilah contoh yang baik dalam mengelola sampah yang baik. Kemudan, mengenai kenyamanan perlu adanya kerjasama dengan masyarakat sekitar untuk keamanan wisata . Sehingga Jangan sampai ada wisatawan yang kurang nyaman dengan tempat wisata.(*)
Pemkot Baubau Genjot Destinasi Wisata Unggulan
BAUBAU, BP-Kepala Dinas Pariwisata Kota Baubau melalui Kabid Pariwisata Diana dalam keterangan persnya di ruang kerjanya Rabu (22/1/2025) mengatakan, saat ini destinasi wisata unggulan yang akan dikembangkan oleh Kota Baubau yakni Keraton, Batu Sori, Hutan Pinus Samparona, Muara Lakologou dan Pantai Nirwana.

Ditegaskan, ada 2 (dua) prioritas dikembangkan yakni Keraton dan Hutan Pinus Samparona. Hal ini dikarenakan kedua destinasi wisata unggulan tersebut sudah ada retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD)nya. Sedangkan untuk Hutan Pinus Samparona belum ada retribusi PAD.
Oleh sebab itu, Pemkot Baubau akan terus mengembangkan kawasan Keraton yang anggarannya nanti berasal dari Pemerintah pusat. Sedangkan untuk untuk Batu Sori itu berasal dari DAK. Dan tahun 2025 ada 2 tambahannya itu Plaza kuliner dan Dermaga pengunjung.
Sementara hutan pinus Samparona itu untuk tahun 2024, sudah dibangun oleh Pemkot Baubau berupa aula, gapura, kemudian tempat sampahnya, bantuan untuk atap angkringan, kursi taman, dengan papan informasi dan penunjuk arah untuk hutan pinus samparona sendiri.
Menurut Diana, untuk pengelolaan di dua destinasi ini sudah ada pengelolaan retribusinya karena memang ada pemungut retribusinya di 2024 dan di pekerjakan magang. Untuk keraton itu. ada 4 orang pemungut retribusi, petugas kebersihan dan penjaga palang. Sedangkan untuk Batu sori itu sendiri itu ada 4 orang ada penjaga malam ada pemungut retribusi dan dua orang petugas kebersihan.
Sementara untuk samparona sendiri masih menunggu izin keluar. Dan untuk saat ini masih Pokda belum PAD sambil menunggu mungkin izinnya keluar baru dipihakketigakan untuk pemungutan retribusi .
Terkait untuk kuliner di Plaza kuliner Batu Sori baru saja dibangun, Diana menjelaskan belum dibuka untuk umum karena masih menunggu aturan bagaimana mekanisme penyewaannya. Akan tetapi, Dinas Pariwisata Kota Baubau memang menyampaikan kepada pihak-pihak pengelola plaza kuliner agar bisa menyiapkan makanan tradisional terutama ciri khas kelurahan atau kecamatan yang dimaksud contoh seperti di Palabusa ada mabe dan rumput laut sehingga ada ciri khas untuk kuliner di plaza kuliner Batu Sori.(*)
Sultra Tenun Karnaval 2024, Dispar Torehkan Prestasi
BAUBAU, BP-Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Baubau pada tahun 2024 berhasil menorehkan prestasi dengan meraih juara dua pada Sultra Tenun Karnaval yanv diselenggarakan pada Desember 2024 itu merupakan ajang promosi bagi daerah Se-Sulawesi Tenggara dalam mempromosikan tentunya tenunan dan hasil karya cipta bagi pelaku penenun.

Demikian dikatakan Kadis Pariwisata Kota Baubau H. Idrus Taufiq Saidi, S.Kom, M.Si dalam keterangan pernya di Kantor Dinas Pariwisata. Selasa, (21/1/2025).
Menurut Idrus Taufik Saidi, Sultra tenun karnaval merupakan rangkaian tahunan yang telah beberapa kali sebenarnya diselenggarakan. Namun untuk 2024 kemarin pelaksanaan Sultra tenun karnaval itu ditetapkan di kendari. Ada beberapa point yang menjadi penilaian dalam festival tenun karnaval tersebut mulai dari iconiknya kemudian sajian karnavalnya, syarat-syarat tentang bagaimana penilaiannya sebenarnya memang dewan juri.
baca juga:
- Plh Sekda La Ode Aswad Ucapkan Festival Perairan Baubau 2023 Awal Bangkitnya Pariwisata Baubau
- Ikut Lomba Perahu Hias di Festival Perairan Baubau, Dinas Kominfo Action Dengan Contoh Film Animasi Avatar
”Patut disyukuri kemarin kita sempat mendapat sebuah penghargaanlah karena tanpa kami sadari dengan desain yang sederhana cuman mungkin karena konsep padu padan warna akhirnya kita berhasil mendapatkan peringkat kedua terkait dengan Sultra tenun karnaval tersebut,”katanya.
Idrus Taufik mengakui, memang beberapa tahun terakhir ini informasi Wakatobi selalu tampil apik disamping memang mereka merupakan sebuah kawasan strategi pariwisata nasional juga selalu tampil maksimal karena menjadi fashion Wakatobi urusan promosi apalagi hubungannya wisata dan budaya. ”Namun berbahagialah karena kita dalam berbagai kesempatan yang juga dua tahun lalu pelaksanaannya di Kota Baubau kita juga menyabet juara terbaik saat itu,”tutupnya.(*)
baca Berita Lainnya:
Komunitas Mancing Kendari Juga Ikut Lomba Memancing Pada Festival Perairan Baubau 2023
BAUBAU, DT-Lomba memancing dalam rangka Festival Perairan tahun 2023 ternyata menjadi daya tarik selain peserta dari dalam Baubau juga bagi peserta dari luar Kota Baubau untuk ikut pada festival perairan yang mengangkat tema Barakati Baubau, the Miracle of Blessed Land adalah lebih kepada tanah yang diberkati. “Komunitas Mancing Kendari Juga Ikut Lomba Memancing Pada Festival Perairan Baubau 2023.”
Kadis Pariwisata Kota Baubau Idrus Taufik Saidi menjelaskan, lomba memancing pada Festival Perairan Baubau akan diadakan di hari kedua yakni tanggal 27 Oktober 2023 yang tentunya merupakan kolaborasi kembali dengan komunitas memancing yang ternyata di Baubau ini cukup banyak. Bahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan sudah ada 150-200 orang di Baubau yang menyatakan keikutsertaan.

Disamping itu, ada juga tim mancing/komunitas mancing dari Kendari yang ikut berpatisipasi dalam lomba ini. “Hari kedua itu akan dilepas dimana wilayah untuk memancing itu meliputi Buton Selatan, kemudian di ujung tapal batas Buton Selatan, Kabupaten Buton dan Buton Utara. Ada dua kategori yang dilombakan, yaitu tradisional dan modern,”ujarnya.
Ditambahkan, lomba memancing menjadi penting bahwa cerita masa lalu Buton menjadi sentral, menjadi pusat perdagangan, menjadi pusat kebudayaan, pusat pemerintahan tidak akan bisa besar tanpa dukungan daerah hinterland. Sambung menyambung laut inilah yang dimungkinkan bahwa cerita mempromosikan negeri seperti Buton ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kota Baubau.
baca juga:
- Festival Perairan Kota Baubau Tahun 2023 Digelar Kamis 26 Oktober 2023
- Masyarakat Kaisabu Baru Gelar Pesta Adat Busiana Liwu , Plh Sekda Baubau La Ode Aswad Tekankan Pelestarian Pesta Adat Kaisabu Baru Tetap di Pertahankan
Tapi sebagai pintu masuk, juga harus memberikan yang terbaik bagi daerah hinterland nya. “Semangat kebersamaan inilah seperti yang disampaikan oleh Pj. Wali Kota Baubau Dr Muh Rasman Manafi, SP, M.Si yakni mari kita bekerja bersama untuk kepentingan daerah,”tutupnya.(*)
Berita Lainnya:
Lomba Parade Perahu Ramaikan Festival Perairan Baubau 2023 Pesertanya 3-5 Orang
BAUBAU, DT-Lomba Parade Perahu akan turut meramaikan Festival Perairan tahun 2023 yang pesertanya terdiri dari 3 sampai 5 orang. Meski demikian bila ada masyarakat yang ingin berpartisipasi untuk ikut dengan menggunakan kapal nelayan dipersilahkan untuk meramaikan. “Lomba Parade Perahu Ramaikan Festival Perairan Baubau 2023 Pesertanya 3-5 Orang.”
Demikian dikatakan Kadis Pariwisata Kota Baubau H Idrus Taufik Saidi, S.Kom, M.Si di ruang kerjanya Selasa (24/10/2023).
Keikutsertaan masyarakat mengikuti lomba parade perahu adalah untuk memeriahkan teluk Baubau dan ini yang juga sebenarnya adalah seluruh rangkaian lebih kepada persiapan pra event yang akan coba diikutkan dalam kalender event nasional kepariwisataan mewakili Sulawesi Tenggara. Hal Ini yang coba didorong namun nanti akan di evaluasi kelayakan dan kewajarannya untuk mengikuti kalender event nasional tersebut.

Idrus Taufik Saidi menargetkan Festival Perairan Baubau khususnya parade perahu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal, regional ataupun mancanegara. Sebab salah satu event yang dilaksanakan ini merupakan branding promosi bahwa Baubau dengan Kota yang apik punya pelabuhan, punya bandar udara, punya hutan, punya pertanian dan unsur-unsur lainnya yang merupakan satu kesatuan yang tidak semua daerah dimiliki.
baca juga:
- Perangkat Adat Kesultanan Buton Beri Gelar Adat dan Budaya Mia Ogena Bhawaangi I Sulawesi Tenggara pada Pj Gubernur Sultra ABR
- Karnaval Budaya Semarakkan Haroana Baubau Akan Digelar Sabtu 14 Oktober 2023, Berikut Rute dan Persiapannya
Dampak kegiatan ini lebih jauh bagi komunitas menurutnya adalah membangkitkan kreasi, karena selama musim pandemi Covid19 lalu banyak sanggar, banyak komunitas yang bisa disebut mati suri. Kelompok komunitas akan mempertontonkan khasanah anak-anak negeri, bagaimana menciptakan, mempertahankan dan mengelaborasi cerita kebudayaan masa lalu dengan tampilan yang lebih kekinian.(*)

