Kapolsek Bonegunu IPDA Saifullah Himbau Masyarakat Jangan Ada yang Bawa Sajam dan Teguk Miras di Pinggir Jalan
BURANGA,DT-Kepala Kepolisian Sektor (Bonegunu), Polres Buton Utara, Inspektur Polisi Dua (IPDA) Zaifullah menghimbau masyarakat Kecamatan Bonegunu dan Kambowa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. “Kapolsek Bonegunu IPDA Saifullah Himbau Masyarakat Jangan Ada yang Bawa Sajam dan Teguk Miras di Pinggir Jalan.”
“Tidak ada lagi yang minum-minuman keras di pinggir jalan, karena di pinggir jalan tempat lewat. Mari jaga situasi supaya tetap terkendali. Mendekati pemilu diharapkan dukungannya agar penyelenggaraan pemilu dapat berjalan lancar”, ucapnya saat memberikan sambutan di pesta panen Desa Bubu, (18/10/2023).
Zaifullah mengungkapkan, dalam jangka waktu sembilan bulan situasi Kantimas di Desa Bubu aman dan terkendali. Dia juga meminta tolong kepada warga desa Bubu dan sekitarnya agar selalu menjaga keamanan.
“Karena keamanan itu bukan hanya tugas Polres semata saja tapi tugas kita semua”, pintahnya.
Lebih lanjut, Zaifullah menegaskan, agar jangan ada lagi masyarakat yang membawa senjata tajam dan melakukan pesta Miras di pinggir jalan. Jika ada yang kedapatan membawa senjata tajam akan diproses secara hukum.
baca juga:
- Tindak Lanjut Temuan BPK Atas Pengerjaan Jalan Lingkar, PT Garungga dan Mardhika Baru Mengembalikan Kerugian Negara Masing-masing Rp 50 Juta ke Pemkot Baubau
- Kapolres Baubau Pimpin Upacara Sertijab, Kasat Binmas, Kapolsek Lea-Lea, dan Korp Rapor Naik Pangkat
“Disampaikan kembali jangan ada yang bawa senjata tajam, jangan ada lagi yang minum-minum”, harapnya.(*)
Berita Lainnya:
Kapus Lakansai Akui Tenaga Magang Inisial D Tidak Aktif Berkantor Karena Hamil
BURANGA,BP-Kepala Puskesmas (Kapus) Lakansai, Sri Isana membenarkan ada seorang inisial D yang magang di Puskesmas yang ia pimpin. Inisial D tersebut mulai terhitung bekerja di Puskesmas Lakansai sejak Januari 2023. Namun inisial D ini kata Isana, tidak perna aktif berkantor. “Kapus Lakansai Akui Tenaga Magang Inisial D Tidak Aktif Berkantor Karena Hamil,”
”Ini memang ada inisial D ini meminta masuk di Puskesmas Lakansai waktu bulan Januari yang lalu mau masuk magang. Terus waktu pengusulan saya tanya betul kita mau aktif? Katanya betul mau aktif, tapi ternyata sampai hari ini ibu itu ternyata lagi hamil” kata Isana, melalui telefon selulernya, Senin (09/10/2023).
Sri mengungkapkan, hingga saat ini honor inisial D tersebut belum dicairkan lantaran tidak aktif berkantor. Surat aktif kerja pun belum perna ia keluarkan untuk kebutuhan tes PPPK tersebut. Lebih parahnya Isana mengaku, tidak mengetahui jika inisial D tersebut telah mengikuti tes PPPK jalur khusus. Sebab salah satu persyaratan untuk tes PPPK harus ada surat keterangan aktif dari pmpinan tempat bekerja.
“Jadi kan syarat PPPK harus ada keterangan aktif. Jadi saya tidak tanda tangan surat keretangan aktifnya. Dan gajinya pun tidak saya cairkan Memang saat keluar SK 2023 ini ada namanya”, ungkapnya.
Terkait tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, yang telah mengeluarkan SK untuk inisial D demi kebutuhan tes PPPK, Isana membantah tuduhan tersebut, kata Isana tidak perna ia keluarkan SK dari Kapus, melainkan SK yang dipegang inisial D itu adalah SK Bupati.
“SK Bupati” singkatnya.
Sebelumnya, penggiat hukum, Laode Harmawan menduga Kapus Lakansai telah memberikan SK kepada anak magang inisial D untuk mengikuti tes PPPK jalur khusus. Padahal inisial D itu mulai magang di Puskesmas Lakansai baru tahun 2023 ini.
baca juga:
- BPJS Kesehatan Baubau Gelar Media Workshop Bersama Insan Pers se Kota Baubau, Peserta JKN Cukup Gunakan KTP Sudah Bisa Mendapatkan Pelayanan Faskes
- Penggiat Hukum Laode Hermawan Ungkap Penerimaan PPPK di Butur Diduga Banyak Menggunakan SK Bodong, Bupati Diminta Turun Tangan
“Contohnya adalah di puskesmas Lakansai ada salah seorang yang berinisial D yang diberikan SK guna untuk mengikuti tes PPPK melalui jalur khusus”, ungkapnya.
Hingga berita ini ditayangkan, media ini belum bisa menghubungi pegawai Puskesmas Lakansai inisial D tersebut untuk dimintai keteranganya.(*)
Berita Lainnya:
Aksi Protes Jalan Penuh Debu, Warga Desa Eelahaji di Buton Utara Tanam Kelapa dan Pohon Pisang di Tengah Jalan
BURANGA, BP-Warga Desa Eelahaji, Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara melakukan aksi protes dengan menaruh batang kelapa hingga pohon pisang di jalan. Aksi ini merupakan bentuk protes mereka terhadap jalanan yang penuh dengan debu saat dilewati kendaraan. “Aksi Protes Jalan Penuh Debu, Warga Desa Eelahaji di Buton Utara Tanam Kelapa dan Pohon Pisang di Tengah Jalan.”
Diketahui jalan sepanjang 700 meter yang ditaruhkan batang kelapa dan pohon pisang itu merupakan jalan provinsi Sulawesi Tenggara yang ada di Kabupaten Buton Utara.
Mereka melakukan aksi tersebut sudah berjalan kurang lebih satu bulan. Akibat jalanan yang berdebu itu, masyarakat Desa Eelahaji diduga banyak yang mengidap penyakit Ispa.
Kepala Bidang Binamarga dan SDA Provinsi Sulawesi Tenggara, Harmunaddin mengatakan dirinya telah bertemu dengan masyarakat Desa Eelahaji dan berdiskusi terkait jalan Provinsi Sutra yang berdebu tersebut. Dan jalan tersebut kata dia, akan diperbaiki pada tahun 2024 yang akan datang.
“Kami akan prioritaskan melalui dana DAU. Alokasi anggarannya itu nanti berkembang, yang jelas kami akan usulkan melalui anggaran DAU”, kata Harmunaddin melalui panggilan WhatsAppnya, Rabu malam (03/10/2023).
Harmunaddin juga meminta kepada masyarakat Desa Eelahaji agar bersabar dalam menghadapi kondisi jalan yang berdebu tersebut. Pasalnya, jalan tersebut sudah diprioritaskan untuk diperbaiki tahun 2024 mendatang.
baca juga:
- Pemdes Damai Laborona Salurkan Bantuan BLT DD Tahap III Kepada 30 KPM untuk 3 Bulan
- Lepas Kontingen Sepak Bola Elang Butur, Ini Harapan Wabup Butur Ahali
“Saya minta keluarga di Buton Utara bersabar, 2024 itu prioritas”, Pintanya.
Harmunaddin mengungkapkan, jalan Provinsi Sultra di Buton Utara khususnya Lambale-Ereke yang rusak sekitar sepanjang 30 km. Namun yang rusak parah hanya sekitar 10 km saja.
“Tapi yang parah hampir 10 Km”, katanya singkat.(*)