KOTA BAUBAUSULTRA

Ny Dra Wa Ode Munanah Resmi Lantik Reffiani Dwiatmo Rasman Jadi Ketua TP PKK Baubau

KENDARI, BP-Reffiani Dwiatmo Rasman, ST mulai mengemban amanah sebagai Pj Ketua TP PKK Kota Baubau setelah ketua TP PKK Provinsi Sultra Ny Dra Wa Ode Munanah secara resmi melantiknya untuk masa bhakti periode 2023-2024 di Kendari Jumat (6/10/2023). “Ny Dra Wa Ode Munanah Resmi Lantik Reffiani Dwiatmo Rasman Jadi Ketua TP PKK Baubau.”

Pelantikan Pj Ketua TP PKK Kota Baubau bersamaan dengan pelantikan Pj ketua TP PKK Kabupaten Buton Dra Andi Asniawati Mustari.

Ny Dra Wa Ode Munanah Resmi Lantik Reffiani Dwiatmo Rasman Jadi Ketua TP PKK Baubau
Ny Dra Wa Ode Munanah Resmi Lantik Reffiani Dwiatmo Rasman Jadi Ketua TP PKK Baubau

Ketua TP PKK Sultra Ny Dra Wa Ode Munanah dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh anggota TP PKK Kota Baubau bahwa ketua TP PKK yang dilantik bukan hanya milik kader tapi juga sudah milik semua Masyarakat Kota Baubau.

Oleh sebab itu, seiring dengan telah dilakukan pelantikan sebagai Pj ketua TP PKK , masing-masing telah mempunyai tugas besar yang harus dilaksanakan untuk merealisasikan program kerja serta diharapkan dapat memperkuat fungsi kelembagaan TP PKK secara berjenjang agar pengurusnya dapat mengemban tugasnya dengan baik serta dapat meningkatkan kinerja organisasi selama masa baktinya. Sehingga, dapat memberikan kontribusi yang lebih berarti dalam mendukung program masing-masing khususnya Sultra.

“Ke depan diharapkan 10 program pokok PKK dapat dijabarkan lebih tajam dalam rangka mengoptimalkan perannya untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan norma keluarga sehat dan Sejahtera,”ujarnya.

Ditambahkan, dengan adanya program prioritas maka TP PKK harus memiliki kemampuan untuk menghimpun dan menggerakkan serta mengembangkan potensi masyarakat khususnya keluarga secara berjenjang sampai ke TP PKK Desa, kelompok-kelompok PKK sampai ke dasa wisma.

Baca juga:

Selain itu, harus memiliki kemampuan untuk menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas kepada ketua pembina setempat maupun laporan kepada ketua TP PKK setingkat diatasnya. Kemudian, TP PKK harus mampu mengadakan supervisi, pelaporan, evaluasi serta monitoring terhadap pelaksanaan program-program PKK.

Menurut Ny Wa Ode Munanah, keberhasilan pelaksanaan program PKK sangat ditentukan adanya keterpaduan antara Gerakan keswadayaan dan partisipasi masyarakat dengan bimbingan dan fasilitas teknis dari berbagai instansi sebagai anggota pembina TP PKK maupun lembaga terkait dengan tetap berpedoman pada hasil Rakernas IX TP PKK tahun 2021 tentang pedoman kelembagaan PKK terutama dalam menghadapi tantangan yang sangat dinamis, diperlukan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang arif dan bijaksan.

Karena organisasi PKK lebih mengedepankan pengabdian dengan semangat kemitraan guna mendorong pencapaian kesejahteraan Masyarakat.(*)

GALERI FOTO

Berita Lainnya:

Membanggakan, Dr Muh Rasman Manafi Wakili PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV Tahun 2023 Lemhanas RI jadi Pemateri di IStana Merdeka Sekaligus Mendengarkan Arahan Presiden Jokowi

JAKARTA, BP-Pj Walikota Baubau Dr Muh Rasman Manafi SP MSi tampil sebagai pemateri dalam acara Pengarahan Presiden Republik Indonesia kepada peserta PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV Tahun 2023 Lemhanas RI di Istana Negara, Rabu (04/10/2023). “Membanggakan, Dr Muh Rasman Manafi Wakili PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV Tahun 2023 Lemhanas RI jadi Pemateri di IStana Merdeka Sekaligus Mendengarkan Arahan Presiden Jokowi.”

Membagakan, Dr Muh Rasman Manafi Wakili PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV Tahun 2023 Lemhanas RI jadi Pemateri di IStana Merdeka Sekaligus Mendengarkan Arahan Presiden Jokowi
Membangggakan, Dr Muh Rasman Manafi Wakili PPSA XXIV dan Alumni PPRA LXV Tahun 2023 Lemhanas RI jadi Pemateri di IStana Merdeka Sekaligus Mendengarkan Arahan Presiden Jokowi

Materi yang disampaikan Dr Rasman Manafi bertajuk Penguatan Konektifitas ASEAN Melalui Kepemimpinan Indonesia yang secara umum menggambarkan adanya tiga tantangan yang dihadapi yaitu pertama perubahan cara interaksi yang berdampak pada berubahnya 75 juta jenis pekerjaan dan munculnya 133 juta pekerjaan baru.

Kedua, adanya perbedaan dalam tingkat perkembangan teknologi antara negara-negara ASEAN. Dan ketiga, adanya lingkungan strategis yang belum kondusif.

Dr Rasman menggambarkan peta jalan kepemimpinan digital yang mencakup isu strategis, aktor pelaksana, tonggak pencapaian dan konsensus. Dan pada bagian akhir pemaparan, Dr. Rasman menyampaikan beberapa rekomendasi yang diuraikan dalam 3 (tiga) bagian

Baca juga:

Pertama, ditataran regulasi dibutuhkan pengesahan RUU Keamanan Ketahanan Siber (KKS) menjadi Undang-Undang serta merumuskan peta jalan kepemimpinan digital.

Kedua, implementasi penyiapan talenta digital, infrastruktur digital dan keamanan siber.

Ketiga, di tataran pengawasan dan pengendalian dibutuhkan penguatan pengendalian transformasi digital.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *