Kabupaten Buton UtaraSULTRA

Sekda Butur Moh Hardy Tegaskan Kades Harus Mampu Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif

BURANGA,BP-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Utara (Butur) Mohammad Hardhy Muslim, SH. M. Si mengatakan, seorang kepala desa yang merupakan ujung tombak pemerintah daerah harus mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakatnya. “Sekda Butur Moh Hardy Tegaskan Kades Harus Mampu Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif.”

Pernyataan tersebut disampikan Sekda Butur dalam pidatonya usai melantik Suhuniy sebagai Pejabat Kepala Desa Lapandewa Kecamatan Kulisusu Barat di kantor desa Selasa, 19 September 2023..

Menurut Sekda, selaku Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat kepala desa yang dilantik adalah merupakan tugas tambahan untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa sebelumnya yakni Muh. Ashar, SE yang meninggal dunia beberapa bulan lalu.

Sekda Butur Moh Hardy Tegaskan Kades Harus Mampu Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif
Sekda Butur Moh Hardy Tegaskan Kades Harus Mampu Ciptakan Suasana Aman dan Kondusif

Dikatakan, tugas kepala desa adalah menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial kemasyarakatan. Dalam pelayanan sosial kemasyarakatan tersebut, seorang kepala desa dituntut agar mampu merangkul dan bekerjasama dengan seluruh elemen organisasi kemasyarakatan yang ada di desa.

Dengan pola atau pendekatan itulah sehingga dapat tercipta suasana yang aman dan kondusif di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut sangat diharapakan oleh masyarakat diera keterbukaan seperti sekarang ini.

“Bu desa? saya tidak mau dengar dan tidak mau ketahui kalau ada kekisruhan di desa akibat ketidak mampuan kepala desa mengatasi masalahnya di desa, “tegas Sekda.

baca juga:

Wabup Butur Ahali Minta Kades Betul-Betul Menggunakan Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selain itu kata Sekda yang juga mantan Camat Kulisusu Utara dan Kepala Inspektorat di priode pertama bupati Ridwan Zakariah tersebut, kepala desa tidak boleh jalan sendiri tetapi harus berkoordinasi dan konsultasi dengan camat dalam urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial kemasyarakatan.

“Camat adalah atasan langsung kepala desa sehingga wajib hukumnya untuk melakukan koodinasi dengan camat dalam urusan pemerintahan di desa, termasuk pergantian aparat jika ada yang memungkinkan untuk diganti,” tegas Hardhy Muslim.

Diakhir sambutannya Sekda mengatakan, koordinasi adalah hal yang sangat penting dalam urusan pemerintahan desa. Kemudian kepala desa tidak boleh jalan sendiri dan harus bekerja sesuai aturan dan perundangan-udangan yang berlaku sehingga diakhir jabatan nanti meninggalkan kesan yang bagus serta terhindar dari masaala hukum.

Dalam agenda pelantikan itu, Sekda didampingi oleh Asisten ekonomi dan pembangunan Setda Butur Sahrun Akri, SP. M.Si, Kepala Dinas PMD Moh. Amaluddin Mokhram, SS. M. Si, Camat Kulbar, Roman, SE. M. Ap, Kapolsek Iptu Anwar, Kabag Pemerintahan La Muda, Kabag pembangunan Garni, Kabag umun Asrif Atmin dan sejumlah staf pemerintah kecamatan dan aparat pemerintah desa Lapandewa.(*)

Berita Lainnya:

Tari Mangaru Sambut Kedatangan Bupati Butur di Desa Laeya untuk Pesta Panen

BURANGA,BP-Bupati Buton Utara, Dr. H. Muh. Ridwan Zakariah menghadiri acara pesta Panen Desa Laeya, Kecamatan Wakorumba Utara. Kedatangan Bupati ini disambut dengan peragaan Mangaruh atau silat Daerah dan tarian-tarian oleh masyarakat setempat. “Tari Mangaru Sambut Kedatangan Bupati Butur di Desa Laeya untuk Pesta Panen.”

Sebelum bupati memasuki balai Desa Laeya, para pesilat mempertontonkan keahlian mereka dalam memainkan keris dengan gaya yang lentur dan indah.

Setelah itu masyarakat mengarahkan bupati sejenak untuk melihat hasil panen mereka pada tahun 2023 yang telah dipajang di halaman balai desa. Adapun hasil panen yang dipajang yaitu, pisang, kelapa, jagung, tembu, padi dan ubi-ubian.

 Tari Mangaru Sambut Kedatangan Bupati Butur di Desa Laeya untuk Pesta Panen.
Tari Mangaru Sambut Kedatangan Bupati Butur di Desa Laeya untuk Pesta Panen.

Tak hanya itu, dalam balai Desa pun Bupati Butur masih disambut dengan berbagai tarian yang ditampilkan oleh anak-anak usia dini dan pemuda desa Laeya.

Dalam momen tersebut Bupati Buton Utara tidak bisa menyembunyikan rasa harunya, karena kehadirannya disambut oleh masyarakat Laeya dengan begitu meriahnya.

Diakhir acara juga masyarakat Laeya menyajikan lagi sebuah hiburan yaitu arasemen musik gambus daerah ala Wakorumba Utara untuk menghibur bupati dan rombongan. Sehingga membuat suasana pesta panen tersebut semakin meriah.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Buton Utara, Ahali bersama wakil Ketua tim penggerak PKK, Amalia Ahali dan beberapa para kepala OPD.

Dalam sambutannya Ridwan Zakariah memberikan ucapan selamat kepada masyarakat Desa Laeya atas terselenggaranya pesta panen yang dibalut dengan sedemikian rupa sehingga pesta panen sangat ramai.

“Saya secara pribadi, mewakili keluarga dan masyarakat mengucapkan selamat atas terselenggaranya pesta panen ini, luar bisa ramainya ini saya sendiri merasa terharu sekali, melihat anak-anak dengan segala kreasinya untuk menghibur kita semua”, ucapnya saat memberikan sambutan di hadapan masyarakat Laeya, Sabtu (09/09/2023).

Ridwan juga mengatakan, semoga budaya yang telah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang kita yang telah kita geluti selamat ini bisa kita pertahanan nilai-nilainya dan bahkan kita tingkatkan kwalitasnya.

“Tapi saya tekankan semoga nilai-nilai budaya yang kita geluti selama ini kita bisa pertahankan dan kita tingkatkan kwalitasnya”, ucapnya.

baca juga:

Wabup Butur Ahali Minta Kades Betul-Betul Menggunakan Dana Desa Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Lebih lanjut Ridwan menyebut, pesta panen ini adalah sebuah budaya kebiasaan yang kita laksanakan setiap tahun. Sehingga tidak salah jika pemerintah pusat menetapkan Buton Utara sebagai kota pusaka.

“Saya pikir pemerintah pusat tidak salah menetapkan Buton Utara sebagai salah satu daerah kota pusaka. Jadi hanya empat kota pusaka di Sulawesi Tenggara yang ditetapkan oleh Pemerintah pusat. Yaitu Buton Utara, Buton Selatan, Muna dan Baubau diantara 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara”, bebernya.

Bupati dua periode ini mengungkapkan, tujuan kota pusaka yaitu untuk pelestarian benda-benda yang bernilai budaya dan bersejarah masa lalu.

“Jadi ini luar biasa, mari kita jadikan pesta panen sebagai tombak memotivasi masyarakat untuk membangun desa yang kita cintai ini”, ungkapannya.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *