KOTA BAUBAUSULTRA

Diinisiasi Bappeda, Pemkot Baubau Gelar Kick Off Metingg RPJMD Kota Baubau 2025-2045

BAUBAU, BP – Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau menggelar Kick Off Metingg (KOM), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Baubau tahun 2025-2045.
Kegiatan tersebut dibuka resmi oleh Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse di aula palagimata kantor Wali Kota Baubau, Rabu (13/09/2023). “Diinisiasi Bappeda, Pemkot Baubau Gelar Kick Off Metingg RPJMD Kota Baubau 2025-2045,”

Dalam sambutannya, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse menyampaikan, Ia hadir sebagai pemegang estafet periode keempat dari pelaksanaan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJMD) Kota Baubau periode 2005-2025, sebagaimana kebijakannya dijabarkan pada RPJMD Kota Baubau tahun 2018 – 2023 yang akan berkahir di tahun ini.

Diinisiasi Bappeda, Pemkot Baubau Gelar Kick Off Metingg RPJMD Kota Baubau 2025-2045
Diinisiasi Bappeda, Pemkot Baubau Gelar Kick Off Metingg RPJMD Kota Baubau 2025-2045

“Alhamdulilah, pada kesempatan ini telah hadir bersama kita bapak MZ. Amirul Tamim, pemegang estafet pertama dari rangkaian 25 tahun pembangunan kota baubau. Sedikit bernostalgia, dua puluh tahun lalu, konsep dasar RPJMD Kota Baubau ini disusun melalui program City Development Strategy (CDS) melalui kerjasama dengan UNDP,” katanya.

Olehnya itu, pihaknya merasa bersyukur dan berbangga, karena visioner-visioner hebat dua puluh tahun lalu kasih dapat meluangkan waktunya, untuk mendukung dan kembali bersinergi progresif yang berkelanjutan dan bersinambungan proses pembangunan kota baubau.

Kata dia, terdapat beberapa hal yang diperhatikan dalam penyusunan RPJMD 2025-2045, sebagaimana diamanatkan pada RPJP nasional melalui visi Indonesia emas serta terdapat tiga hal pokok yang disampaikan oleh bapak presiden Joko Widodo (Jokowi) RI yang menjadi acuan pembangunan Indonesia, yakni stabilitas bangsa yang terjaga, keberlanjutan dan kesinambungan serta Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas.

Pada tahun 2045, menurutnya, Kota Baubau akan di huni kurang lebih 200 hingga 238 juta jiwa dengan usia produktif lebih dari 60 persen, tentu ini merupakan tantangan bagi usia produktif untuk menjadi aktor utama keberlanjutan Jab pembangunan kota Baubau, sehingga dipersiapkan dengan mapan, dan dapat menjawab segala tantangan kedepan agar baubau emas dapat terwujud.

Pada kesempatan itu, La Ode Ahmad berpesan kepada seluruh Stakeholder agar berpartisipasi aktif dalam proses penyusunan RPJMD Kota Baubau tahun 2025-2045. Tak hanya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau akan meluncurkan kuisioner terbuka untuk seluruh masyarakat tentang arah pembangunan Kota Baubau tahun 2025-2045.

“Kita juga sekaligus akan meluncurkan kuisioner terbuka kepada masyarakat sehingga memberikan masukan, baik berupa Tagline bagi baubau 2045, Usulan narasi visi Baubau 2045 maupun konsep-konsep yang akan memberi masukan subtansial bagi arah pembangunan kota baubau tahun 2025-2045.”

baca juga:

Wali Kota Monianse Mantapkan Kesiapan Pelaksanaan Pesona HUT Kemerdekaan RI ke 78 Tahun 2023

La Ode Ahmad Monianse yang juga politikus PDI Perjuangan, Ia pun berharap kegiatan Kick Off Metingg (KOM), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Baubau tahun 2025-2045 dapat mengidentifikasi, mempertajam dan menyeleraskan progam pembangunan yang dapat membawa perbaikan dalam pembangunan yang berkelanjutan dengan melakukan pendekatan pembangunan secara holistik, tematik dan integratif.

“Saya percaya bahwa seluruh pemangku kepentingan akan terjaga kepentingannya, Sehingga bermuara pada kesejahteraan masyarakat kota Baubau,” tutup.

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, Anggota DPD RI, Dr H MZ Amirul Tamim Msi, Sekertaris UNHAS, Prof Ir Sumbangan Baja M Phill PhD, Kapolres Baubau, AKBP Bungin Masokan Misalayuk, SH, SIK, Msi, Kasi Datun, Nova Aulia Pagar Alam SH MH, Wakil ketua DPRD kota Baubau, Kamil, PJ Sekda Baubau, Seluruh OPD Kota Baubau, Camat, Lurah.(*)

Berita Lainnya:

Polemik Rehabilitasi Situs Kebudayaan Terus Bergulir, Bappeda Baubau Gelar Rapat Koordinasi

BAUBAU, BP – Adanya polemik rehabilitasi situs kebudayaan di wilayah Eks kesultanan Buton. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) kota Baubau kembali menggelar rapat kordinasi di aula kantor Bappeda, Selasa (05/09/2023). “Polemik Rehabilitasi Situs Kebudayaan Terus Bergulir, Bappeda Baubau Gelar Rapat Koordinasi.”

Hadir dalam rapat diantaranya, Kasusbid Wilayah II Direktorat Bina Penataan Bangunan Kementrian PUPR RI, Kepala Dinas PU Baubau, Karim, Asisten III Pemkot Baubau La Ode Darusalam, Camat Murhum, Lurah Melai, Kontraktor pemenang tender proyek dan sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan pemerhati budaya, Perwakilan Tokoh Adat serta Pelaksana Kegiatan (PPK).
Sementara, Perwakilan BPCB dan Tim perencanaan mengikuti rapat melalui meeting zoom.

asli1 1
Polemik Rehabilitasi Situs Kebudayaan Terus Bergulir, Bappeda Baubau Gelar Rapat Koordinasi

Dalam rapat kordinasi, sejumlah pihak memberikan masukan agar dilakukan perubahan perencanaan rehabilitasi pembangunan sarana dan prasarana, diantaranya rehabilitasi lawa, dudukan jangkar, Batu popaua dan baruga. Hal ini dilakukan agar tidak lagi terjadi polemik saat dilakukan rehabilitasi oleh kontraktor.

“Kami tunggu desainya ya, dari tim perencana, dalam waktu dekat,” kata pegawai Bappeda Kota Baubau, Anton kepada Tim perencanaa melalui Zoom.

baca juga:

Dinas PMPTSP Gelar Seminar Awal Penyusunan Strategi Promosi Penanaman Modal

Diketahui, salah satu peninggalan sejarah yang sudah dilakukan pembokaran belum lama ini yakni Baruga depan mesjid agung keraton. Rehabilitasi situs sejarah di wilayah Eks Kesultanan Buton menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Sekitar Rp 19 miliar rupiah. Anggaran digelontorkan setelah Presiden RI Joko Widodo melakukan kunjungan kerja di kota Baubau belum lama ini.

Kasusbid Wilayah II Direktorat Bina Penataan Bangunan Kementrian PUPR RI, Latifah Sumandari enggang memberikan komentar terhadap polemik rehabilitasi pembangunan rehabilitasi situs kebudayaan di wilayah Eks kesultanan Buton.

“Maaf ya, maaf, saya juga kesini dalam kapasitas monotoring aja si ya kegiatan aja, Kami memang mutar kegiatannya, tapi tidak hanya di sini, saya no komen aja dulu ya pak,” kata Latifah Sumandari usai rapat kordinasi di aula kantor Bappeda kota Baubau.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *