Suasana Pelatihan Program Kemitraan Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo tahun 2021 di Kelurahan Kalia Lia Kecamatan Lea Lea Kota Baubau awal Oktober 2021.

Masyarakat Kalia Lia Dilatih Olah Ubi Gadung dan Rumput Laut

-Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO 2021

BAUBAU,DURASITIMES.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat Internal dengan melaksanakan beberapa kegiatan dan langsung melibatkan masyarakat. Salah satunya kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di Kelurahan Kalia Lia Kecamatan Lea Lea Kota Baubau pada Minggu pertama Oktober 2021.

Pelatihan dilaksanakan langsung Tim Pengabdian PKMI UHO tahun 2021 dipimpin Dr. La Harimu, M.Si dan anggota Mariani, M.Sc, Wa Ode Mulyana, M.Sc, dan Fatahu. M.

Tim ini memberikan materi secara langsung kepada para peserta. Bahan yang digunakan dalam pelatihan adalah Umbi gadung cukup melimpah di lahan masyarakat Kelurahan Kalialia Kecamatan Lea-Lea dan tidak dimanfaatkan karena mengandung sianida.

Selain itu Rumput Laut yang juga dihasilkan oleh para petani rumput laut yang selama ini tidak dimanfaatkan untuk bahan olahan makanan oleh masyarakat.

“Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki yang mungkin selama ini tidak diketahui. Ternyata bahan bahan yang ada dan jumlahnya melimpah itu sangat berguna. Tentunya kita arahkan untuk cara pengolahannya sehingga memberikan nilai manfaat ketika dikonsumsi oleh mayarakat, khususnya ubi gadung dan rumput laut,” kata La Harimu.

Dikatakan, Ubi gadung dan Rumput laut diberikan perlakuan khusus sebelum diolah dengan cara dilakukan perendaman dengan air laut selama 48 jam, dilanjutkan perendaman dengan air tawar selama 6 jam. Kemudian dikeringkan dengan sinar matahari sampai kering.

Selain itu, kata La Harimu, program ini sudah melalui perencanaan sebelum diaplikasikan kepada masyarakat. Tujuannya Memanfaatkan umbi gadung yang tidak terolah sebagai alternative bahan pangan local yang sehat untuk mendukung ketahanan pangan local dan nasional.
“Bahan bahan yang selama ini melimpah di masyarakat, tidak termanfaatkan karena belum diketahui nilai ekonomisnya, kita berikan pelatihan kepada masyarakat. Sehingga pada gilirannya, bahan bahan ini dikenal masyarakat dan bisa menjadi salah satu prospek untuk dikembangkan. Dan setelah dilaksanakan pelatihan, sangat luar biasa antusias masyarakat yang ikut sebagai peserta pelatihan,” tambah Alumni Kimia UHO ini.

Dalam kegiatan pelatihan, produk yang dihasilkan dari bahan yang digunakan adalah pembuatan Kasoami yang dicampur dengan tepung rumput laut. Hasilnya cita rasa lebih gurih, tekstur lembut dan enak. Produk kedua yakni keripik campur rumput laut yang hasilnya lebih renyah dan gurih.

Pasca kegitan pelatihan, diharapkan agar masyarakat memiliki pengetahuan dalam mengolah bahan khususnya ubi gadung dan rumput laut yang selama ini tidak termanfaatkan secara maksimal.

“Semoga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, selain pemanfaatan bahan yang sebelumnya tidak maksimal juga bisa memenuhi kebutuhan pangan local. Termasuk jika memiliki prospek tentunya bisa untuk membantu perekonomian,”kata La Harimu lagi.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan Tambah La Harimu bahwa bahan ubi gadung memiliki prospek yang menjanjikan karena mudah tumbuh dan bebas hama serta memiliki kandungan gizi yang baik dan bisa membantu penyembuhan penderita diabetes, program diet dan bisa sebagai pengganti tepung tapioka.

Kegiatan pelatihan mendapat respon dan antusias masyarakat yang diikuti Pihak pemerintah Kelurahan, utusan BPD kelurahan, anggota Majelis Taklim dan Masyarakat Petani.(***)

Laporan : Hasrin Ilmi

143 kali dilihat

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest