Personil unit II Satintelkam Polres Baubau saat diterima Asisten I Setda Buteng, Ir Hj Nurjanah di ruang kerjanya

Pemkab Buteng Turun Tangan, Redam Konflik Sopir Angkot Wamengkoli dan Raha

BUTENG,DURASITIMES.COM-Pemerintah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) turun tangan mengatasi konfilik sopir angkot Wamengkoli dan sopir mobil raha. Menurut Asisten I Setda Buteng, Ir Hj Nurjanah, MSi saat dikunjungi personil Unit II Sat Intelkam Polres Baubau (08/03/2021) mengatakan, persoalan perseteruan yang terjadi antara sopir mobil Wamengkoli dan sopir mobil raha yang beroperasi dalam wilayah Kab. Buton Tengah sudah lama terjadi.

Dikatakan, sekitar Tahun 2020 bertempat di Terminal Type B yang beralamat di Kel. Watulea Kec. GU Kab. Buton Tengah pemah dilakukan pertemuan antara kelompok sopir mobil raha dengan kelompok sopir mobil lombe / wamengkoli dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Perhubungan Kab. Buton Tengah, Anggota Komisi | DPRD Kab. Buton Tengah dan pihak Pemerintah Kab. Buton Tengah yang membahas tentang mekanisme tata cara angkutan, pengoperasionalan fungsi Terminal Type B serta dampak kamtibmas yang akan timbul dari adanya perseteruan yang terjadi antara sopir mobi raha VS sopir mobil wamengkoli.

“Adapun hasil dari pertemuan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa masing — masing pihak agar mengurus izin trayek sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar Terminal Type B yang beralamat di Kel. Watulea Kec. GU Kab. Buton Tengah dapat digunakan kembali sesuai dengan fungsinya, agar armada angkutan mobil raha menurunkan penumpangnya di Terminal Type B bukannya langsung mengantar hingga sampai ke Wamengkoli,”ungkapnya.

Namun demikian, setelah selesai dilakukan pertemuan dan mediasi oleh pihak Pemerintah Kab. Buton Tengah, hasil yang telah ditetapkan dan ditentukan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh kelompok sopir mobi Raha – Wamengkoli.

“Karena yang terjadi dilapangan bahwa kelompok sopir mobil Raha — Wamengkoli tidak singgah dan menurunkan penumpangnya di Terminal Type B melainkan langsung dan menurunkan penumpangnya di terminal Waara / Wamengkoli,”ungkapnya.

Akibat dari ulah nakal yang dilakukan oleh kelompok sopir mobil Raha – Wamengkoli mendapat respon dan aksi protes yang dilakukan oleh kelompok sopir mobil Lombe- Wamengkoli yang merasa keberatan dengan tidak dilaksanakannya keputusan yang telah disepakati bersama.

Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak DPRD Kab. Buton Tengah yang melakukan hearing dengan pihak Pemerintah Kab. Buton Tengah bersama – sama dengan kelompok sopir mobil yang beroperasi dalam wilayah Kab. Buton Tengah karena meniai bahwa Pemerintah Kab. Buton Tengah terkesan lamban dan tidak tegas dalam mengambi langkah — langkah ataupun upaya penindakan terhadap kelompok sopir mobil Raha — Wamengkoli yang dinilai sangat merugikan pendapatan sopir mobil lokal yang beroperasi dalam wilayah Kab. Buton Tengah.

“Dinas Perhubungan Kab. Butan Tengah telah beberapa kali melakukan penertiban dengan cara melakukan pengawasan terhadap operasional maupun rute yang dilaui oleh kelompok sopir mobil Raha — Wamengkoli dibeberapa titik maupun melakukan langkah — langkah tindakan berupa pengempisan ban terhadap mobil Raha yang tetap beroperasional atau menurunkan penumpangnya hingga ke terminal Wamengkoli,”tutupnya.(***)

Laporan : Hasrin Ilmi

67 kali dilihat

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest