Hingga November 2020, Serapan Anggaran Buteng Capai 74 Persen

Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, DURASITIMES.COM – Serapan anggaran Pemerintah Kabupaten Buteng sampai dengan bulan November 2020, telah mencapai 74 persen. Serapan anggaran tersebut, menunjukan masih memiliki target untuk mencapai target keseluruhan di akhir tahun, seperti tahun tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buteng, Hardiyanti saat dikonfirmasi beberapa awak media mengatakan, Pemerintah Kabupateb (Buteng) telah menyerap APBD tahun anggaran 2020 sebesar Rp 505 miliar atau 74 persen dari total belanja Rp 682,7 miliar.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Buteng Hardiyanti

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buteng, Hardiyanti

“Realisasi serapan anggaran baru mencapai 74 persen, karena penetapan perubahan baru ditandatangani pada awal November lalu. Sehingga masih banyak kegiatan masih dalam proses kelengkapan administrasi,” jelasnya.

Lanjutnya, total belanja Rp 682,7 miliar itu, terdiri dari belanja pegawai Rp 223,63 miliar, belanja barang jasa Rp 168,17 miliar, dan belanja modal Rp 194,4 miliar. Dimana, ada beberapa item memiliki selisi, seperti belanja tidakk terduga Rp 11,2 miliar dan belanja hibah Rp 5,1 miliar.

“Belanja yang paling besar adalah belanja modal kegiatan fisik, namun posisinya baru mencapai 58 persen,” tuturnya.

Kemudian, pandemi Covid-19 ini sedikit mempengaruhi realisasi anggaran. Sebab seharusnya ada kegiatan yang dijalankan seperti sosialisasi atau dinas yang terkait dengan masyarakat tidak bisa dilaksanakan.

BACA JUGA: Datangkan Alat PCR Di Buteng, Kasman: Untuk Mempercepat Hasil Swab Deteksi Covid-19

Selain itu, pihaknya menargetkan di tahun 2020 bisa terelisasi hingga 100 persen, akan tetapi dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, hanya bisa mencapai target 90 persen ke atas, tidak pernah mencapai 100 persen.

“Biasanya ada dana lanjutan, misalnya fisik yang belum bisa diseleaikan sehingga menyeberang tahun,” tutupnya. (*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

120 kali dilihat

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest