Gadis 11 Tahun di Konsel Dinodai Remaja 16 Tahun

KONSEL,DURASITIMES.com – Seorang gadis 11 tahun warga Dusun IV Desa Anduna Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), diduga menjadi korban pemerkosaan oleh remaja 16 tahun. Kasus pemerkosaan terjadi dibelakang salah satu bengkel di Dusun IV Desa Anduna, Kecamatan Laeya, pada Jumat malam (01/11) sekitar pukul 23.00 wita.

Menurut keterangan polisi, sekitar pukul 19.00 wita korban bersama ayahnya bersama-sama pergi ke kios milik neneknya. Setelah tiba, ayah korban nongkrong sebentar didalam kios bersama nenek korban. Beberapa saat kemudian, ayah korban ingin balik kerumah, namun korban sudah tidak terlihat.

Kemudian ayah korban mencarinya, hingga disalah satu bengkel Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berjarak kurang lebih 100 meter dari Kios milik nenek korban. Tiba-tiba, korban terlihat berlari kedalam kebun belakang bengkel itu, sehingga ayah-nya mengejarnya.

“Korban ditemukan sudah tidak menggunakan pakaian lagi, dan telah menjadi korban pemerkosaan,” ungkap IPTU Fitrayadi, Kasat Reskrim Polres Konsel melalui rilisnya, Selasa (05/11)

Setelah mendapat laporan tersebut, jajaran Sat Reskrim Polres Konsel langsung melakukan penyelidikan. Tiga hari melakukan, pihaknya berhasil mengamankan tersangka di rumahnya di Dusun IV Desa Anduna, Kecamatan Laeya, Selasa (05/11) sekitar pukul 11.30 wita.

“Tersangka telah diamankan di Mapolres Konsel, untuk penyelidikan lebih lanjut,” tuturnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal pasal 81 ayat (2) Subsider Pasal 81 ayat (1) UU RI No 34 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002, sebagaimana telah diubah menjadi UU RI No 17 tahun 2016 tentang Perpu No 1 tahun 2016, perubahan ke dua atas UU RI No 23  tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 300 juta dan paling sedikit Rp 60 juta.

“Mengingat tersangka juga masih anak dibawah umur, maka proses penyidikannya akan mengacu kepada UU RI No 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak,” tutupnya. (*)

Peliput: Hengki TA

235 kali dilihat

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest