Tak Diberi Uang, Tukang Ojek di Baubau Perkosa Penumpangnya

BAUBAU, DURASITIMES.com – Sungguh bejat tindakan Eko Samuda (19), yang tega memperkosa seorang gadis belia berumur 13 tahun. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini, memaksa Bunga untuk menanggalkan pakaiannya di semak-semak kawasan simpang lima Palagimata Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Minggu siang (20/01) sekira pukul 12.00 Wita.

Diketahui, Bunga merupakan penumpang dari Eko Samuda. Saat itu gadis asal Pulau Makassar ini hendak pergi ke Lippo Plaza Buton bersama keempat temannya. Kelimanya menyetop ojek dari Pantai Kamali.

Namun dalam perjalanan, Eko berubah arah membawa bunga ke tempat yang sunyi di simpang lima Palagimata. Korban kemudian sempat bertanya hendak dibawa kemana, namun pelaku tak menghiraukan.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Baubau Bripka Munartin Guluhi SH dalam press release Selasa (12/03) mengatakan, sebelum melakukan tindakan bejat itu, pelaku terlebih dahulu meminta uang korbannya. Namun karena tak memiliki uang, akhirnya Eko berubah niat memperkosa Bunga.

“Saat itu pelaku belum mendapatkan setoran motornya dan sengaja membawa korban untuk dimintai uang dan barang berharganya, namun korban tak memiliki uang maka dipaksa untuk memuaskan nafsunya,” katanya.

Bahkan kata Kasubag Humas Polres Baubau IPTU Suleman, pelaku mengancam akan membunuh bunga dengan menggunakan sebilah pisau jika tak menuruti keinginannya. Sehingga korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku, sementara Eko sendiri telah memiliki istri yang sedang hamil tua.

“Saya bunuh kamu, kalau tidak mau jalan masuk ke dalam semak-semak dan melepas pakaianmu,” beber Suleman menerangkan pernyataan pelaku.

Setelah digauli, korban lalu ditinggalkan begitu saja di sekitar Kelurahan Wajo dan pelaku melarikan diri. Bunga yang mengalami trauma, bersama orang tuanya melaporkan tindakan bejat pelaku ke kepolisian.

Polisi kemudian berhasil menangkap tersangka saat sedang mengojek di kawasan Jembatan Batu, pada Jumat (08/03). Polisi mengamankan pelaku beserta barang bukti sepeda motor metik berwarna merah putih. Namun pisau yang digunakan untuk mengancam korban telah dibuang.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 JO pasal 76 D UU RI No 35 Tahun 2004, tentang perubahan UU RI No 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (#)

Publish: Zaman Adha

2.639 kali dilihat

Mungkin Anda Menyukai

Pin It on Pinterest